Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Kebijakan Soft Power Amerika Serikat terhadap Irak pada Pemerintahan Barack Obama (2009-2012)

Amerika merupakan negara maju baik dari segi ekonomi maupun militer, hal tersebut tentu saja tak lepas dari pengaruh politik, ideologi, pertahanan keamanan dari Amerika itu sendiri. Dalam pengembangan kemajuan negara nya Amerika berhasil disebut sebagai negara dengan perekonomian terbaik di dunia dengan standar kesejahtraan hidup yang tinggi, tak hanya itu Amerika memiliki sistem militer yang canggih sehingga dapat melakukan berbagai macam upaya untuk menggulingkan “rezim terorisme”yang berpusat di kawasan Timur Tengah. Semula Amerika Serikat menggunakan hard power sebagai kekuatan utama, tetapi dengan terpilihnya presiden Barack Obama Amerika Serikat perlahan mulai menarik pasukan yang berada di Irak dan menggeser menggunakan pendekatan soft power baik di dalam bernegosiasi maupun mengambil keputusan yang terjadi di kawasan Timur Tengah pada saat ini. Konsep yang diambil dalam tulisan ini menerangkan tentang pola pendekatan yang digunakan oleh Barrack Hussein Obama atau yang akrab disapa Obama sejak menjabat sebagai presiden Amerika Serikat yang ke 44. Pendekatan yang dilakukan Obama bertujuan menguatkan pada soft power bagi pola yang di jalankan politik luar negeri Amerika Serikat khusus nya di kawasan Timur Tengah. Idiosinkratik yang di jalankan Obama memberikan sentuhan pada Amerika Serikat bahwa dengan soft power, demokrasi menjadi lebih dapat di terima masyakarakat dan dapat di jalankan dengan lebih baik sesuai dengan keinginan Amerika di dalam menjalankan ideologi demokrasi Amerika Serikat di dunia internasional. Tinjauan yang dijalankan pada tulisan ini mengarah kepada dampak “soft power” yang dijalankan oleh Barrack Hussein Obama dalam masa pemerintahan nya, dimana dalam penerapan yang akan dibahas menyeluruh dalam tulisan ini terdapat berbagai efektifitas dan efesiensi juga kendala yang dihadapi oleh pemerintahan Obama. Pada prakteknya “soft diplomacy” tentunya akan mengacu pada eksistensi Amerika sebagai negara “super power” yang disegani oleh dunia, oleh karena itu Amerika dalam masa pemerintahan Barrack Hussein Obama menjadi negara transisi dalam proses perubahan kebijakan dan langkah konkrit dalam perwujudan kesejahtraan rakyat nya yang tentu saja megundang banyak pertanyaan bagi masyarakat dunia dalam proses penerapannya.

Daftar pustaka: 34 buku, 11 jurnal, 34 Situs.
Arfano Wiwoho Sapto - Personal Name
209000109 - Arfano Wiwoho Sapto
SKRIPSI HI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2014
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...