Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Pengaruh Pertumbuhan Perekonomian China Dalam Peningkatan Kekuatan Militer dan Dampaknya Terhadap Kawasan Asia Timur (2000-2011)

Republik Rakyat China, merupakan salah satu negara berpengaruh baik dalam kawasan Asia Timur, benua Asia, maupun dunia internasional secara luas. Pengaruh secara politis, ekonomi, dan kebudayaan yang bercorak komunisme sosialis tersebar ke dalam setiap interaksi China pada sistem global. China sebagai salah satu kekuatan utama dalam kawasan regional Asia Timur dan dunia internasional mengalami peningkatan dalam tingkat pertumbuhan perekonomian. Pada tahun 2004, China menjadi negara ekonomi terbesar kedua setelah Amerika Serikat apabila dilihat dari purchasing power parity (PPP) basis. Kemudian, pada tahun 2040 diperkirakan GDP China akan melebihi Amerika Serikat.

Hal ini kemudian diikuti dengan peningkatan kapasitas dan kapabilitas militer China. China melakukan modernisasi secara militer dalam jangka waktu yang sangat pesat. Dana pertahanan China diyakini mengalami pertumbuhan sebesar digit ganda (double digit) dalam dua dekade terakhir. Berdasarkan SIPRI, sebuah institut riset, pengeluaran dana pertahanan China mengalami peningkatan dari lebih dari 30 juta dollar Amerika pada tahun 2000 hingga hampir mencapai 120 juta dollar pada tahun 2010. Kemudian, untuk alokasi total pengeluaran militer China pada tahun 2012, berdasarkan pada pengumuman terakhir yang dikeluarkan secara resmi oleh China akan mencapai 160 juta dollar.

Peningkatan kemampuan tersebut secara otomatis berdampak terhadap situasi politik dan keamanan, baik dalam level regional dan internasional, dimana China menghadirkan situasi deterrence dan persepsi ancaman. Kekhawatiran aktor negara dalam regional Asia Timur maupun dunia inetrnasional terhadap militer China tidak hanya berdasarkan pada skala kemampuan militer yang dimiliki China dan pertumbuhan kekuatan militer secara pesat yang dialami, tetapi juga karena kekurangan informasi mengenai bagaimana kemungkinan China untuk menggunakan kekuatan militer yang dimiliki dan siapa yang bertanggung jawab atas pengembangan dan penerapan strategi militer China.

Penelitian ini menggunakan pendekatan realisme dan rational choice theory dengan memfokuskan terhadap deterrence dan persepsi ancaman, yang ditujukan untuk menganalisa dan menjelaskan faktor-faktor yang mendorong China di dalam peningkatan kekuatan militer dan dampak dari peningkatan kekuatan militer yang dilakukan oleh China.



Kata kunci : China, deterrence, peningkatan kekuatan militer, persepsi ancaman, rational choice theory, dan realisme.
Daftar Pustaka : 14 buku, 11 jurnal, 45 website
Galih Radityo - Personal Name
207000084 - Galih Radityo
SKRIPSI HI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2013
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...