Siapa Penguasa Republika (Analisis Praktik Wacana)
Dengan menggunakan analisis wacana kritis, tesis ini mencoba untuk meneliti mengenai nilai keislaman Harian Republika. Penelitian dilakukan dalam tiga level analisis, yaitu sosiokultural, praktik wacana, dan teks. Lahir dari rahim Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Indonesia mencoba untuk untuk memenuhi ruang kosong akan media yang merepresentasikan umat Islam di Tanah Air. Hal ini dianggap penting mengingat pada masa itu, tak ada media yang dapat menyalurkan informasi dan menjadi alat komunikasi bagi umat Muslim di Indonesia. Karenanya, tak heran jika pada saat awal kelahirannya, Republika sangat kental dengan politik aliran. Ini sebagai perwujudan dari sengitnya pertarungan politik aliran pada masa itu. Tak heran jika kemudian Republika lebih dikenal sebagai koran yang membela Islam dari sisi politik aliran. Akan tetapi, terjadi perubahan mendasar di masyarakat. Pemerintah Soeharto yang dikenal anti-Islam tumbang. Karenanyam memasuki era Reformasi masyarakat Muslim semakin berani untuk menunjukkan identitas keislamannya. Namun, berbeda dengan Islam secara politik aliran, keislaman masyarakat luas lebih cair. Muslim Indonesia pada perkembangannya justru menjadi masyarakat yang memahami dan menerapkan Islam secara substantif, bukan normatif. Mereka lebih mau menerima perbedaan dan cenderung menjunjung tinggi nilai yang bersifat universal. Mereka merupakan sosok toleran, open-minded, dan inklusif terhadap nilai di luar Islam. Tipe yang kemudian dikenal dengan golongan Universalist ini merupakan sosok ideal yang dirindukan oleh masyarakat Muslim. Berbagai industri pun terbukti mendapat respons positif ketika melakukan komodifikasi terhadap sosok tersebut. Termasuk Republika yang berada di dalam industri media massa. Alhasil, Republika mengalami perubahan. Jika sebelumnya lebih banyak berbicara mengenai politik aliran Islam, kini Republika lebih menekankan pada nilai keislaman. Alasannya, agar dapat lebih diterima oleh masyarakat (pembaca) Muslim yang memang lebih mendambakan sosok Universalist. Bagi Republika, pembaca penting karena telah menjadi alat yang digunakan untuk mencari keuntungan, baik melalui penjualan koran maupun sebagai komoditas yang ditawarkan kepada pengiklan. Pertimbangan ini yang kemudian membuat terjadinya negosiasi dalam setiap pemberitaan yang dilakukan Republika.
Kata Kunci: Republika, analisis wacana kritis, Norman Fairclough, Islam di Indonesia, Muslim Universalist.
Daftar Pustaka: 40 (1970-2015).
Kata Kunci: Republika, analisis wacana kritis, Norman Fairclough, Islam di Indonesia, Muslim Universalist.
Daftar Pustaka: 40 (1970-2015).
Mansyur Faqih - Personal Name
212122013 - Mansyur Faqih
TESIS PGSC - POLITICAL
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2016
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...