Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Peran Unicef (United Nations Children's Fund) Dalam Menangani Masalah Tentara Anak (Child Soldier) di Sri Lanka (2003-2010)

Skripsi ini membahas mengenai peran United Nations Children’s Fund (UNICEF) dalam menangani masalah tentara anak (child soldiers) di Sri Lanka (2003-2004). Sri Lanka merupakan negara yang memiliki konflik internal sejak tahun 1983 hingga tahun 2009. Konflik tersebut telah berdampak besar terhadap munculnya tentara anak sebagai kekuatan besar dalam konflik. Keterlibatan anak-anak dalam konflik bersenjata telah dilarang dalam Konvensi Hak Anak tahun 1989. Pada tahun 2002, ketika masa genjatan senjata dan menuju proses perdamaian, pemerintah Sri Lanka dan LTTE sepakat melakukan kerjasama dengan UNICEF untuk menangani masalah tentara anak di Sri Lanka. Skripsi ini menjelaskan peran UNICEF sejak periode 2003 ketika UNICEF bersama pemerintah Sri Lanka dan LTTE sebagai aktor perekrut, secara resmi menandatangani kerjasama yaitu An Action Plan Affected by War. Dalam menangani permasalahan tentara anak di Sri Lanka, fokus UNICEF adalah melakukan proses release dan reintegrasi tentara anak. Peran UNICEF berakhir pada tahun 2010 ketika fokus program UNICEF beralih kepada penguatan sistem hak perlindungan anak di Sri Lanka. Hal tersebut dikarenakan tidak ada lagi laporan kasus perekrutan serta para mantan tentara anak telah bereintegrasi. Metodologi penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah metodologi penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analitik dan menggunakan data-data sekunder seperti buku, jurnal, laporan, dokumen, dan media internet. Dalam meneliti peran UNICEF dalam menangani masalah tentara anak di Sri Lanka, menggunakan teori liberalisme institusional, konsep peran organisasi internasional, dan peacebuilding.

Sebagai hasil penelitian ini, UNICEF telah berhasil berperan sebagai mediator antara pemerintah Sri Lanka dengan LTTE dan pemerintah Sri Lanka dengan TMVP dalam membuat kesepakatan penanganan masalah tentara anak. Selain itu, UNICEF berperan sebagai fasilitator yang menyediakan berbagai program dalam membantu proses release dan reintegrasi tentara anak di Sri Lanka. Selama menjalankan perannya,UNICEF menemukan hambatan-hambatan, baik secara internal maupun eksternal. Hambatan utama UNICEF adalah eskalasi konflik yang terus meningkat dan berkepanjangan yang mengakibatkan proses release dan reintegrasi menjadi tidak maksimal.



Kata Kunci : Tentara Anak, Peran UNICEF, Perdamaian Sri Lanka
Daftar Pustaka : 25 buku, 12 laporan/dokumen, 2 jurnal, 84 situs internet
Vinessia William Putri - Personal Name
207000209 - Vinessia William Putri
SKRIPSI IK
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2012
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...