Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Analisis Quality of Service Jaringan dan Kepuasan Pengguna Layanan Teknologi Informasi (Studi Kasus: Sekolah Internasional di Bali)

Sekolah yang terletak di Bali yang dijadikan sebagai ojek penelitian ini memiliki siswa lebih dari 500 orang yang berasal dari 30 negara, seperti Australia, Jepang, dan Amerika. Sekolah ini menyediakan layanan jaringan di sekolah (School Network) sebagai contoh seperti layanan internet, layanan penyimpanan file, penyediaan perangkat lunak pendidikan. Media pembelajaran seperti komputer, laptop, iPad, iMac, tablet juga tersedia. Seiring dengan penggunaannya muncul beberapa masalah. Masalah tersebut misalnya seperti perangkat tidak mendukung aplikasi tertentu, sering terasa lambat menurut informasi staf, dan lain-lain. Data masalah tersebut ditulis dalam permintaan kerja Information & Communication Technology (ICT) yang dikumpulkan dalam dokumen Google yang didata setiap bulan. Berkaitan dengan hal tersebut, penulis melakukan penelitian kuantitatif terkait dengan Quality of Service (QoS) jaringan dan mengukur kepuasan pengguna layanan jaringan di sekolah tersebut. Dalam penelitian yang penulis lakukan, penulis menggunakan parameter QoS dari TIPHON yakni, Delay, Packet Loss, Jitter, dan Throughput. Dalam pengambilan data menggunakan Simple Random Samplings ebagai metode pengumpulan data dengan nilai confidence interval atau nilai kepercayaan 70% yang dikumpulkan 28 responden dari total populasi karyawan 119 orang. Metode pengukuran validasi yang penulis gunakan adalah dengan metode Skala Likert, yaitu dengan skala 1 sampai 4 dan dengan menggunakan metode Analisis Regresi Linier Sederhana sebagai metode analisis data. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh bahwa untuk pengukuran QoS jarigan hasil Delay sebesar 2 ms yang menurut standar TIPHON sangat bagus, kemudian Packet Loss sebesar 0 %yang menurut standar artinya sangat bagus, Jitter sebesar 0.2 ms yang artinya Bagus dan Throughput sebesar 32.4% yang artinya Sedang. Kemudian hasil kepuasan pengguna terhadap layanan dan fasilitas di sekolah diperoleh hasil bahwa pengguna puas dengan layanan internet yang saat ini disediakan oleh pihak sekolah, dengan nilai indeks kepuasan sebesar 2,79. Demikian pula untuk pengukuran kepuasan terhadap perangkat keras, diperoleh hasil bahwa pengguna merasa puas, dengan nilai indeks kepuasan 2,96. Dari hasil analisis hubungan permintaan kerja dengan kepuasan pengguna, maka penulis memperoleh persamaan Regresi Linier Sederhana Y = 84.875–114.536X. Nilai konstanta sebesar 84.875, artinya jika nilai X = 0, dalam hal ini indeks kepuasan pengguna = 0, maka dalam dalam satu bulan terdapat 84.875 atau 85 work request yang diterima divisi ICT. Nilai koefisien kepuasan pengguna sebesar -114.536, artinya setiap terjadi kenaikan indeks kepuasan pengguna sebesar 1,00 maka mengakibatkan penurunan work request sebesar 114.536 atau 115 work request tiap bulannya. Koefisien bernilai negatif artinya terjadi hubungan negatif antara jumlah work request dengan kepuasan pengguna, semakin naik indeks kepuasan pengguna maka semakin menurun jumlah work request-nya. Hasil analisis dapat ditentukan bahwa untuk mempertahankan indeks status kepuasan pengguna tetap puas (indeks tidak kurang dari 2,51), maka divisi ICT harus menjaga agar jumlah work request tiap bulan tidak lebih dari 28 request.

Kata Kunci : mengukur kepuasan, indeks kepuasan, mengukur QOS jaringan,delay, jitter, packet loss, throughput, analisis regresi linier sederhana.
Harysandy Permana - Personal Name
211000036 - Harysandy Permana
SKRIPSI TI
Skripsi PTI
Indonesia
Universitas Paramadina
2016
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...