Perbedaan Resistance to Change (RtC) pada Tukang Ojek Konvensional dan Pengemudi Go-Jek di Jakarta
Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat perbedaan resistance to change (RtC)pada tukang ojek konvensional dan pengemudi Go-Jek. Resistance to change adalah tindakan atau sebuah sikap penolakan terhadap perubahan baru yang dipengaruhi oleh routine seeking, emotional reactuon, short-term focus, dan cognitive rigidity.Tukang ojek konvensional adalah jasa mengantarkan atau menjemput penumpang dengan menggunakan sepeda atau sepeda motor dan proses mendapatkan penumpang dilakukan secara langsung tanpa media lainnya. Go-Jek adalah inovasi dalam bidang transportasi yang memanfaatkan telepon seluler sebagai media dalam mendapatkan penumpang. Responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 100 orang yang terbagi anatara tukang ojek konvensional dan pengemudi Go-Jek. Alat ukur yang digunakan adalah Resistance to Change Scale (RTCS) yang dikembangkan oleh Oreg (2003) berjumlah 17 aitem. Alat ukur ini terbagi menjadi RTCS untuk tukang ojek konvensional (Cronbach‟s Alpha = 0,919) dan RTCS untuk pengemudi Go-Jek (Cronbach‟s Alpha = 0,890). Teknik analisis data yang digunakan adalah t-Test dan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat perbedaan resistance to change yang signifikan pada tukang ojek konvensional dan pengemudi Go-Jek. Hasil yang didapat adalah taraf signifikansi p= 0,021 (
Millati Ikhwan - Personal Name
211000127 - Millati Ikhwan
SKRIPSI PSI
Skripsi PPS
Indonesia
Universitas Paramadina
2016
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...