Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Pandangan Masyarakat Atas Budaya Tutur yang Dimediasikan (Studi Deskriptif Kualitatif terhadap Podcast Series Channel YouTube, Dongeng.tv Penelitian Kategori Anak, Pemuda, dan Ibu-ibu)

Tujuan Penelitian : untuk mengetahui bagaimana pandangan masyarakat atas budaya tutur yang dimediasikan. Metode Penelitian : kualitatif yang sifatnya deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu focus group discussion sebagai data primer. Serta observasi online dan studi literatur sebagai data sekunder. Hasil Penelitian : Jika SCOT adalah upaya manusia meningkatkan taraf hidup melalui teknologi, maka Dongeng.tv adalah wujud SCOT sebagai upaya masyarakat yang diwakili Klub Dongeng FIM untuk mewujudkan sebuah kanal YouTube untuk mempopulerkan kembali budaya mendongeng di masyarakat. Sebagai generasi yang lahir di era teknologi digital, anak cenderung tidak mengenal budaya tutur dalam bentuk dongeng. Ini berbanding lurus dengan minimnya pengalaman mereka didongengi. Berbanding terbalik dengan teknologi visual yaitu televisi. Anak adalah kategori yang sangat akrab dengan televisi termasuk internet. Wajar, karena anak memang tumbuh di era teknologi visual ini. Sedari kecil, anak sudah akrab dengan piranti layar yang tersambung internet. Latar belakang ini membuat anak lebih suka didongengi melalui media dibanding secara langsung. Berbeda dengan anak, pemuda memiliki lebih banyak pengalaman dalam budaya tutur. Pemuda cukup dekat dengan aktivitas dongeng karena semasa kecil sering didongengi orang terdekat mereka. Uniknya, semua pemuda juga pernah mendongeng kepada yang lebih muda. Teknologi visual populer saat pemuda beranjak dewasa. Ini membuat pemuda memiliki pengalaman dari dua sisi yaitu budaya tutur dan visual. Namun walaupun begitu, pemuda lebih memilih dongeng disampaikan secara langsung dengan kelebihankelebihan yang tidak bisa didapatkan jika dongeng disampaikan melalui media. Kategori ibuibu melewati masa kecil tanpa teknologi visual. Budaya tutur masih menjadi bagian utama dalam komunikasi. Ini dikarenakan teknologi visual baru muncul setelah para ibu memiliki anak dan tidak memiliki prioritas dalam mengeksplorasi teknologi. Dongeng yang disampaikan secara langsung jelas lebih dipilih ibu-ibu dibanding dongeng yang disampaikan melalui media. Kesimpulan : Setiap kategori memiliki jawaban dengan alasan yang berbeda terhadap pandangan atas budaya tutur yang dimediasikan. Ada unsur utama yang menjadi bagian penting, yaitu pengalaman informan terhadap budaya tutur maupun visual. Pemuda lebih kritis dalam memandang Dongeng.tv karena pemuda memiliki pengalaman dari sisi tutur dan visual sesuai pengalamannya. Berbanding terbalik dengan kategori ibu-ibu, Dongeng.tv tepat untuk kategori anak yang memang lahir di era teknologi visual ini. Karena kolaborasi tutur dongeng dan visual di era teknologi digital bisa jadi sebuah alternatif agar keduanya berjalan saling beriringan dan melengkapi satu sama lain.

Kata Kunci : budaya tutur, dongeng, media baru, social construction of technology (SCOT), masyarakat.
Jumlah Literatur: 36 Buku (1982-2014), 5 Jurnal Online, 6 Website
Rona Mentari - Personal Name
210000039 - Rona Mentari
SKRIPSI IK
Skripsi PIK
Indonesia
Universitas Paramadina
2016
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...