Analisis Isi Pendidikan Nilai-Nilai Antikorupsi dalam Film Sahabat Pemberani
Nama: Muhammad Ashadi Rianto
NIM: 210000187
Judul: “Analisis Isi Pendidikan Nilai-Nilai Antikorupsi Dalam Film Sahabat Pemberani.”
Peran proses komunikasi sekunder pada masa sekarang ini sangat penting karena sifatnya efisien dan mampu menjangkau khalayak yang lebih luas, dibandingkan dengan proses komunikasi primer. Proses komunikasi sekunder memerlukan media yang dapat menjadi penyebar pesan. Media tersebut dinamakan sebagai media massa. Film sebagai salah satu media massa memiliki fungsi pendidikan. Banyak hal yang bisa diajarkan lewat film, salah satunya adalah menanamkan nilai-nilai antikorupsi.Tujuan penelitian: untuk mengetahui seberapa banyak pesan mengenai sembilan nilai anti korupsi pada film Sahabat Pemberani secara verbal dan nonverbal. Metode penelitian: yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan analisis isi yang bersifat deskriptif. Data dari penelitian ini diperoleh dengan mengunduh file film dari kanal Youtube, lalu dilakukan scene breakdown untuk mengetahui pembagian shot adegan. Populasi penelitian adalah seluruh bagian dalam film Sahabat Pemberani. Jumlah populasi adalah 52 menit 40 detik, yang terdiri dari 155 shot adegan. Hasil Penelitian: Pesan yang mengandung nilai-nilai antikorupsi yang disampaikan lewat Komunikasi Verbal sebanyak 39 dari 155 shot adegan (25%), sementara yang disampaikan lewat Komunikasi Nonverbal sebanyak 14 dari 155 shot adegan (5%). Pesan pesan yang mengandung nilai antikorupsi Kejujuran sebanyak 10 dari 155 shot adegan (6,45%), pesan-pesan yang mengandung nilai Kepedulian sebanyak 8 dari 155 shot adegan (5,2%), nilai Kemandirian sebanyak 5 dari 155 shot adegan (3,2%), nilai Kedisiplinan sebanyak 2 dari 155 shot adegan (1,3%), nilai Tanggung Jawab sebanyak 12 dari 155 shot adegan (7,7%), nilai Kerja Keras sebanyak 4 dari 155 shot adegan (2,5%), nilai Sederhana sebanyak 3 dari 155 shot adegan (2%), nilai Keberanian sebanyak 6 dari 155 shot adegan (3,8%), dan nilai Keadilan sebanyak 3 dari 155 shot adegan (2%). Kesimpulan Penelitian:
Film “Sahabat Pemberani” telah mampu menyisipkan pesan mengenai nilai-nilai antikorupsi ke dalam film baik secara verbal maupun nonverbal dengan memahami serta sadar akan target audience yang disasar.
Kata Kunci : Analisis Isi, Nilai Antikorupsi, Komunikasi Verbal, Non Verbal, Film
Jumlah Literatur : 41 Buku (2003 s/d 2014), 10 Website
NIM: 210000187
Judul: “Analisis Isi Pendidikan Nilai-Nilai Antikorupsi Dalam Film Sahabat Pemberani.”
Peran proses komunikasi sekunder pada masa sekarang ini sangat penting karena sifatnya efisien dan mampu menjangkau khalayak yang lebih luas, dibandingkan dengan proses komunikasi primer. Proses komunikasi sekunder memerlukan media yang dapat menjadi penyebar pesan. Media tersebut dinamakan sebagai media massa. Film sebagai salah satu media massa memiliki fungsi pendidikan. Banyak hal yang bisa diajarkan lewat film, salah satunya adalah menanamkan nilai-nilai antikorupsi.Tujuan penelitian: untuk mengetahui seberapa banyak pesan mengenai sembilan nilai anti korupsi pada film Sahabat Pemberani secara verbal dan nonverbal. Metode penelitian: yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan analisis isi yang bersifat deskriptif. Data dari penelitian ini diperoleh dengan mengunduh file film dari kanal Youtube, lalu dilakukan scene breakdown untuk mengetahui pembagian shot adegan. Populasi penelitian adalah seluruh bagian dalam film Sahabat Pemberani. Jumlah populasi adalah 52 menit 40 detik, yang terdiri dari 155 shot adegan. Hasil Penelitian: Pesan yang mengandung nilai-nilai antikorupsi yang disampaikan lewat Komunikasi Verbal sebanyak 39 dari 155 shot adegan (25%), sementara yang disampaikan lewat Komunikasi Nonverbal sebanyak 14 dari 155 shot adegan (5%). Pesan pesan yang mengandung nilai antikorupsi Kejujuran sebanyak 10 dari 155 shot adegan (6,45%), pesan-pesan yang mengandung nilai Kepedulian sebanyak 8 dari 155 shot adegan (5,2%), nilai Kemandirian sebanyak 5 dari 155 shot adegan (3,2%), nilai Kedisiplinan sebanyak 2 dari 155 shot adegan (1,3%), nilai Tanggung Jawab sebanyak 12 dari 155 shot adegan (7,7%), nilai Kerja Keras sebanyak 4 dari 155 shot adegan (2,5%), nilai Sederhana sebanyak 3 dari 155 shot adegan (2%), nilai Keberanian sebanyak 6 dari 155 shot adegan (3,8%), dan nilai Keadilan sebanyak 3 dari 155 shot adegan (2%). Kesimpulan Penelitian:
Film “Sahabat Pemberani” telah mampu menyisipkan pesan mengenai nilai-nilai antikorupsi ke dalam film baik secara verbal maupun nonverbal dengan memahami serta sadar akan target audience yang disasar.
Kata Kunci : Analisis Isi, Nilai Antikorupsi, Komunikasi Verbal, Non Verbal, Film
Jumlah Literatur : 41 Buku (2003 s/d 2014), 10 Website
Muhammad Ashadi Rianto - Personal Name
210000187 - Muhammad Ashadi Rianto
SKRIPSI IK
Skripsi PIK
Indonesia
Universitas Paramadina
2015
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...