Proses Public Relation PT. Pertani (Persero) dalam Manajemen Krisis Merger
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui bagaimana proses yang dilakukan oleh Public Relations PT. Pertani (Persero) dalam manajemen krisis merger. Metode penelitian: Studi kasus yang sifatnya deskriptif dengan menggunakan dua teknik pengumpulan data yaitu wawancara yang bersifat open-ended dan studi dokumentasi. Untuk teknik analisis menggunakan triangulasi untuk menganalisis jawaban subjek dan membandingkan antara data yang didapat dari Sekretaris Perusahaan dan divisi perencanaan dan manajemen resiko dengan teori yang dipakai oleh peneliti dan hasil dokumentasi. Hasil Penelitian: Manajemen krisis merger yang dilakukan oleh Public Relations PT. Pertani (Persero) yaitu pertama, melakukan pendalaman data dan fakta dengan membaca berita di berbagai media dan melakukan klarifikasi kepada wartawan, kedua melakukan persiapan paket informasi melalui briefing, ketiga membuat batasan isu mengenai pengambil alihan manajemen oleh Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) dan isu krisis merger dengan PT. Sang Hyang Seri (SHS), keempat, posisi citra perusahaan mengalami penurunan semasa krisis dampak dari munculnya pemberitaan negative dan pada saat ini citra perusahaan sedang berusaha dikembalikan dengan cara perusahaan aktif mengikuti kegiatan BUMN, kelima pihak perusahaan tidak menyiapkan tim Crisis Centre khusus untuk menangani krisis, keenam, juru bicara pada saat krisis berlangsung adalah Sekretaris Perusahaan PT. Pertani (Persero). Kesimpulan: Public Relations PT. Pertani (Persero) melakukan empat tahap proses Public Relations. Proses tersebut hampir sama dengan langkah manajemen krisis. Public Relations PT. Pertani (Persero) dalam manajemen krisis merger melakukan pendalaman data dan fakta dengan media monitoring dan klarifikasi langsung kepada pihak wartawan kemudian Sekretaris Perusahaan melakukan briefing dan juga melakukan batasan isu pengambil alihan yang dilakukan oleh PIHC dan krisis merger SHS agar tidak semakin meluas. Sekretaris Perusahaan PT. Pertani (Persero) tidak menyiapkan tim krisis khusus dan juga tidak menunjuk pihak ketiga untuk menjadi juru bicara tidak resmi, sehingga juru bicara saat krisis yaitu Sekretaris Perusahaan. Pada saat krisis terjadi, citra perusahaan mengalami penurunan yang merupakan dampak dari munculnya pemberitaan negative mengenai perusahaan sehingga kepercayaan dari rekanan, pemberi kerja dan juga perbankan menurun. Pihak perusahaan saat ini sedang berusaha mengembalikan citra tersebut dengan aktif mengikuti kegiatan BUMN.
Kata Kunci: Public Relations, Krisis, Manajemen Krisis, BUMN.
Jumlah Literatur: 33 Buku (2000-2012), 7 Website
Kata Kunci: Public Relations, Krisis, Manajemen Krisis, BUMN.
Jumlah Literatur: 33 Buku (2000-2012), 7 Website
Meliana Kusuma Rianti - Personal Name
112106030 - Meliana Kusuma Rianti
Skripsi PIK
Indonesia
Universitas Paramadina
2016
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...