Pengaruh Terpaan Media Pemberitaan Begal di Televisi terhadap Sikap Mahasiswa Universitas Paramadina
Rumusan masalah sejauh mana pengaruh terpaan media pemberitaan kasus begal di televisi terhadap sikap mahasiswa Universitas Paramadina?
Tujuan penelitian untuk mengetahui sejauh mana pengaruh terpaan media pemberitaan kasus begal di televisi terhadap sikap mahasiswa Universitas Paramadina.
Metodologi penelitian yang digunakan peneliti ialah metode kuantitatif. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah dengan metode survei jenis eksplanatif menyebarkan kuesioner dengan menggunakan teknik accidental sampling. Populasi penelitian adalah mahasiswa Universitas Paramadiana yang mengendarai motor dengan jumlah populasi sebanyak 150 pengendara motor. Berdasarkan perhitungan rumus slovin maka jumlah sampel dalam penelitian ini 60 orang. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan data yang diperoleh dari kuesioner diolah menggunakan uji korelasi pearson’s product moment dan uji regresi linear sederhana menggunakan program SPSS Statistics 17.0.
Hasil penelitian yang diperoleh untuk variabel terpaan media sebagai berikut: dimensi selectivity mencapai 71,7%, dimensi intentionally mencapai 86,7%, dimensi Utilitariasm mencapai 86,7%, dimensi involvement mencapai 46,7%, dimensi Previous to Influence mencapai 90%. Hasil yang diperoleh untuk variabel sikap yaitu dimensi Emosional mencapai 83,3%, dimensi kognitif 93,3%. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa R square disebut koefisien determinasi, diketahui bahwa nilai R Square (R2) adalah 0,316. Artinya adalah 31,6% variasi yang terjadi terhadap tinggi rendahnya sikap disebabkan oleh dimensi selectivity, intentionally, utilitariasm, involvement dan previous to influence. Sedangkan sisanya 68,4% dijelaskan oleh faktor-faktor lainnya yang tidak diteliti oleh peneliti.
Selain itu, nilai Sig. < 0,05 atau 0,001 < 0,05. Artinya pada penelitian ini hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima, dimana hasil yang didapat adalah terdapat pengaruh secara signifikan terpaan media terhadap sikap.
Kemudian, pada tabel 4.39 diketahui hasil perhitungannya bahwa pengaruh terpaan media dengan indikator selectivity, intentionally, utilitariasm, involvement dan previous to influence terhadap sikap dapat dilihat bahwa variabel Selectivity (X1) memiliki pengaruh sebesar 0,186 (18,6%) terhadap sikap. Variabel Intentionally (X2) memiliki pengaruh sebesar 0,690 (69%) terhadap sikap. Variabel utilitariasm (X3) memiliki pengaruh sebesar 0,755 (75,5%) terhadap sikap. Variabel involvement (X4) memiliki pengaruh negatif sebesar 0,402 (40,2%) terhadap sikap. Variabel previous to influence (X5) memiliki pengaruh sebesar 0,072 (7,2%) terhadap sikap.
Tabel hasil perhitungan korelasi menunjukkan nilai Pearson Correlation sebesar 0,405. Angka tersebut menunjukkan hasil korelasi positif dengan tingkat korelasi antar variabel tersebut menunjukkan nilai sedang. Dapat di artikan, semakin tinggi terpaan media maka sikap juga akan semakin tinggi
Saran peneliti mengharapkan untuk stasiun televisi khususnya yang menayangkan berita tentang kasus begal agar bisa lebih di perdalam lagi pembahasan berita dari kasus tersebut. Sehingga, audiens bisa lebih melibatkan pikiran dan perasaannya terkait dengan kasus begal baik dari sisi pelaku maupun korban begal. Stasiun televisi juga dapat terus mengembangkan berita, terkait dengan kasus begal dan berita kriminalitas lainnya.
Kata kunci : Terpaan media, Program Televisi, Pemberitaan Kasus Begal, Sikap Mahasiswa, Kuantitatif
Jumlah Literatur: 37 buku, 6 website (2000 s,d 2013)
Tujuan penelitian untuk mengetahui sejauh mana pengaruh terpaan media pemberitaan kasus begal di televisi terhadap sikap mahasiswa Universitas Paramadina.
Metodologi penelitian yang digunakan peneliti ialah metode kuantitatif. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah dengan metode survei jenis eksplanatif menyebarkan kuesioner dengan menggunakan teknik accidental sampling. Populasi penelitian adalah mahasiswa Universitas Paramadiana yang mengendarai motor dengan jumlah populasi sebanyak 150 pengendara motor. Berdasarkan perhitungan rumus slovin maka jumlah sampel dalam penelitian ini 60 orang. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan data yang diperoleh dari kuesioner diolah menggunakan uji korelasi pearson’s product moment dan uji regresi linear sederhana menggunakan program SPSS Statistics 17.0.
Hasil penelitian yang diperoleh untuk variabel terpaan media sebagai berikut: dimensi selectivity mencapai 71,7%, dimensi intentionally mencapai 86,7%, dimensi Utilitariasm mencapai 86,7%, dimensi involvement mencapai 46,7%, dimensi Previous to Influence mencapai 90%. Hasil yang diperoleh untuk variabel sikap yaitu dimensi Emosional mencapai 83,3%, dimensi kognitif 93,3%. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa R square disebut koefisien determinasi, diketahui bahwa nilai R Square (R2) adalah 0,316. Artinya adalah 31,6% variasi yang terjadi terhadap tinggi rendahnya sikap disebabkan oleh dimensi selectivity, intentionally, utilitariasm, involvement dan previous to influence. Sedangkan sisanya 68,4% dijelaskan oleh faktor-faktor lainnya yang tidak diteliti oleh peneliti.
Selain itu, nilai Sig. < 0,05 atau 0,001 < 0,05. Artinya pada penelitian ini hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima, dimana hasil yang didapat adalah terdapat pengaruh secara signifikan terpaan media terhadap sikap.
Kemudian, pada tabel 4.39 diketahui hasil perhitungannya bahwa pengaruh terpaan media dengan indikator selectivity, intentionally, utilitariasm, involvement dan previous to influence terhadap sikap dapat dilihat bahwa variabel Selectivity (X1) memiliki pengaruh sebesar 0,186 (18,6%) terhadap sikap. Variabel Intentionally (X2) memiliki pengaruh sebesar 0,690 (69%) terhadap sikap. Variabel utilitariasm (X3) memiliki pengaruh sebesar 0,755 (75,5%) terhadap sikap. Variabel involvement (X4) memiliki pengaruh negatif sebesar 0,402 (40,2%) terhadap sikap. Variabel previous to influence (X5) memiliki pengaruh sebesar 0,072 (7,2%) terhadap sikap.
Tabel hasil perhitungan korelasi menunjukkan nilai Pearson Correlation sebesar 0,405. Angka tersebut menunjukkan hasil korelasi positif dengan tingkat korelasi antar variabel tersebut menunjukkan nilai sedang. Dapat di artikan, semakin tinggi terpaan media maka sikap juga akan semakin tinggi
Saran peneliti mengharapkan untuk stasiun televisi khususnya yang menayangkan berita tentang kasus begal agar bisa lebih di perdalam lagi pembahasan berita dari kasus tersebut. Sehingga, audiens bisa lebih melibatkan pikiran dan perasaannya terkait dengan kasus begal baik dari sisi pelaku maupun korban begal. Stasiun televisi juga dapat terus mengembangkan berita, terkait dengan kasus begal dan berita kriminalitas lainnya.
Kata kunci : Terpaan media, Program Televisi, Pemberitaan Kasus Begal, Sikap Mahasiswa, Kuantitatif
Jumlah Literatur: 37 buku, 6 website (2000 s,d 2013)
Agiesta Sequeira - Personal Name
209000223 - Agiesta Sequeira
SKRIPSI IK
Skripsi PIK
Indonesia
Universitas Paramadina
2016
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...