Kesiapan Sektor Industri Kreatif Indonesia dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (2013-2015)
Sehubungan dengan pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), negara negara anggota ASEAN kiat melakukan persiapan di berbagai bidang industri. Sektor industri kreatif sebagai gelombang industri tebesar ke-4 dinyatakan sebagai industri masa depan yang sangat prospektif. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk yang melimpah memiliki beberapa gagasan dan juga hambatan untuk meningkatkan kualitas sektor industri kreatif. Kerangka teori yang dipergunakan dalam penelitian ini ialah Teori Perdagangan Internasional, Teori Biaya Relatif, Teori Integrasi Ekonomi, dan Teori Fundamental Integrasi Perdagangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah kajian kepustakaan melalui buku, jurnal, pernyataan pemerintahan, laporan tahunan, serta sumber internet.
Hasil dari penelitian ini ialah kesiapan Indonesia untuk menghadapi MEA, pemerintah menerapakan beberapa kebijakan yang bertujuan untuk meningkatan kesejahteraan rakyat. Salah satunya ialah dengan peningkatan jumlah pengusaha. Untuk para pengusaha kecil diberikan modal dan pengarahan dalam menjalankan usahanya. Dengan adanya program tersebut diharapakan presentase pengusaha di Indonesia pada tahun 2015 semakin meningkat. Program yang dilakukan disesuaikan dengan lima karakteristik dasar Ekonomi ASEAN. Hambatan yang masih dirasakan dalam menghadapi MEA di antaranya berupa penyediaan infrastruktur untuk memperlancar sistem logistik, penyediaan listrik, penyelesaian regulasi ketenagakerjaan serta peningkatan kualitas tenaga kerjanya, dan penciptaan iklim investasi yang kondusif.
Kata Kunci: Industri kreatif, Indonesia, ASEAN, Free Trade Area, tenaga kerja, investasi, perdagangan internasional, MEA.
Hasil dari penelitian ini ialah kesiapan Indonesia untuk menghadapi MEA, pemerintah menerapakan beberapa kebijakan yang bertujuan untuk meningkatan kesejahteraan rakyat. Salah satunya ialah dengan peningkatan jumlah pengusaha. Untuk para pengusaha kecil diberikan modal dan pengarahan dalam menjalankan usahanya. Dengan adanya program tersebut diharapakan presentase pengusaha di Indonesia pada tahun 2015 semakin meningkat. Program yang dilakukan disesuaikan dengan lima karakteristik dasar Ekonomi ASEAN. Hambatan yang masih dirasakan dalam menghadapi MEA di antaranya berupa penyediaan infrastruktur untuk memperlancar sistem logistik, penyediaan listrik, penyelesaian regulasi ketenagakerjaan serta peningkatan kualitas tenaga kerjanya, dan penciptaan iklim investasi yang kondusif.
Kata Kunci: Industri kreatif, Indonesia, ASEAN, Free Trade Area, tenaga kerja, investasi, perdagangan internasional, MEA.
Nadia Amalia - Personal Name
211000251 - Nadia Amalia
SKRIPSI HI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2016
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...