Dampak Cyberattack Amerika Serikat terhadap Fasilitas Nuklir Iran dalam serangan Malware Stuxnet (2006-2010)
Hadirnya Internet serta cyberspace memiliki pengaruh besar terhadap studi dan praktik hubungan internasional. Pengaruh tersebut dapat ditemukan dalam berbagai aspek: ekonomi, sosial, keamanan, hingga politik. Cyberspace memberikan ruang baru bagi aktor-aktor dalam hubungan internasional. Ruang baru ini menembus batas-batas tradisional yang sebelumnya dimiliki oleh ruang nyata, yakni dunia nyata. Ruang baru ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu media untuk menggunakan kekuasaan dan membantu negara untuk memenuhi kepentingan nasionalnya. Hingga saat ini, sudah banyak terjadi serangan cyber di seluruh dunia dengan skala yang variatif, dari serangan cyber antar individu, antar kelompok, hingga antarnegara. Di antara serangan-serangan tersebut, serangan antar individu dan antar kelompok adalah yang paling sering ditemukan. Namun hal tersebut mulai berubah ketika sebuah malware ditemukan di dalam fasilitas nuklir milik Iran di Natanz. Setelah diperiksa, malware tersebut diduga merupakan buatan Amerika Serikat dan Israel yang dinamakan Stuxnet. Serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel tersebut merupakan serangan cyber pertama yang dilakukan oleh sebuah negara ke negara lainnya. Dengan menggunakan teori realisme, penelitian ini akan menjawab pertanyaan mengapa Amerika Serikat menggunakan Stuxnet, dan apa dampaknya terhadap Iran.
Kata kunci: cyberspace, Stuxnet, Amerika Serikat, Iran, Israel, malware, nuklir, Natanz.
Daftar pustaka: 52 website (1998-2015) + 11 buku (1990-2014) + 3 jurnal (2007-2011) + 6 dokumen (2013-2016)
Kata kunci: cyberspace, Stuxnet, Amerika Serikat, Iran, Israel, malware, nuklir, Natanz.
Daftar pustaka: 52 website (1998-2015) + 11 buku (1990-2014) + 3 jurnal (2007-2011) + 6 dokumen (2013-2016)
Muhammad Farizky Priambudi - Personal Name
112105060 - Muhammad Farizky Priambudi
skripsi HI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2016
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...