Peran Kebijakan Luar Negri Turki terhadap Transisi Politik di Libya, Mesir, dan Tunisia (2011-2013)
Sejak dikuasai Adalet Ve Kalkinma Partisi (AKP) ada perubahan orientasi kebijakan luar negeri Turki. Turki yang pada awal pendiriannya berusaha menjauh dari Timur Tengah, kini kembali hadir sebagai aktor eksternal yang cukup dipertimbangkan di kawasan. Dengan Strategic Depth dan Zero Enemies With Neighbours yang digunakan sebagai landasan kebijakan luar negerinya, Turki berusaha menjalin hubungan yang harmoni dengan para penguasa di Timur Tengah. Namun, dimulai dari 2011 terjadi serangkaian perubahan politik di jazirah kaya minyak itu yang menjungkalkan para penguasa tiran. di antara negara-negara yang relatif kondusif menghadApi proses transisi pada era itu adalah Mesir, Tunisia, dan Libya. Fenomena yang dinamai Arab Springs ini memberikan dampak serius bagi haluan kebijakan luar negeri Turki. AKP dihadapkan pada dilema yakni untuk mendorong reformasi politik atau tetap mengambil jarak dengan konflik domestik di masing-masing negara sahabat di kawasan. Mengambil sampel tiga negara yaitu Mesir, Tunisia, dan Libya, penelitian menunjukan Turki melakukan serangkaian aksi politik yang intrusif dalam fenomena Arab Springs. Dalam setiap fase transisi, Turki mengambil peran yang berbeda. Selain konteks politik domestic, konstelasi politik di Libya, Tunisia, dan Mesir mempengaruhi posisi Turki dalam era transisi.
Kata Kunci : Turki – Arab Springs – Timur Tengah
Kata Kunci : Turki – Arab Springs – Timur Tengah
M. Erton Arsy Vialy - Personal Name
209000035 - M. Erton Arsy Vialy
Skripsi HI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2016
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...