Propaganda Partai Keadilan Sejahtera Menolak Rencana Pemerintah Menaikan Harga Bahan Bakar Minyak
Seiring dengan perkembangan teknologi, pemanfaatan komunikasi politik melalui media internet sudah menjadi hal yang biasa. Partai Politik Partai Keadilan Sejahtera melalui kader-kadernya yang duduk di Dewan Pertimbangan Rakyat menjadi “etalase” Partai untuk menampilkan diri sebagai corong partisipan dan pengikutnya. Partai Keadilan Sejahtera sejak tahun 2004 telah mengikatkan diri sebagai partai koalisi yang pada pokoknya berkewajiban agar terciptanya pemerintahan yang kuat (strong), mandiri (autonomuos), dan tahan lama (durable) pemerintahan yang berkuasa.
Semasa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkuasa, PKS sebagai Partai Koalisi sudah dua kali menolak kebijakan pemerintah dalam menaikkan harga bahan bakar minyak. Penolakan yang pertama dilakukan pada tahun 2012. Kemudian pada tahun 2013 kembali menjadi satu-satunya partai koalisi yang menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak. Sikap PKS yang terjadi pada tahun 2013 tersebut merupakan kasus yang akan dibahas dalam tesis ini. PKS melalui kader-kadernya yang duduk di Dewan Pertimbangan Rakyat telah memanfaatkan jejaring sosial twitter sebagai upayanya melakukan penggalangan massa dan merajut kembali ikatan-ikatan partisipan yang goyah akibat badai yang dialami PKS dikarenakan Petinggi PKS Lutfi Hasan Ishaq tengah diendus sebagai koruptor. Adapun cara yang digunakan oleh PKS dengan segenap upayanya melakukan penolakan rencana kebijakan umum pemerintah berkuasa menaikkan harga bahan bakar minyak dengan menyebarkan spanduk-spanduk penolakan yang berisikan tulisan yang membuat pembacanya merasa ketakutan. Rasional yang digunakan PKS dalam kegiatan menolak kebijakan umum tersebut dianggap tidak relevan oleh karena PKS menggunakan rasional politik dalam menyikapi susunan kebijakan yang sesungguhnya bersifat ekonomi.Akibat dari sikap PKS tersebut, menyulut respon dari orang nomor satu Negara ini hingga berpidato untuk mengklarifikasi dan menjelaskan latar belakang pemerintah dalam menaikkan harga bahan bakar minyak. Selain itu, ketegangan pun terjadi antara Partai Demokrat dan PKS yang keduanya saling melontarkan kalimat-kalimat yang tidak pantas untuk dipublikasikan
melalui media massa.
Untuk mengetahui lebih jauh, oleh karenanya peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam penelitian ini dengan judul “Propaganda Partai Keadilan Sejahtera Menolak Rencana Pemerintah Menaikkan Harga Bahan Bakar Minyak”, dengan permasalahan Bagaimana bentuk-bentuk propaganda yang dilakukan oleh PKS dalam menolak Rencana Kebijakan Kenaikan Harga BBM Bulan Juni 2013? Dan Kenapa PKS melakukan bentuk-bentuk propaganda tersebut?
Kata Kunci: Propaganda, Partai Keadilan Sejahtera, Bahan Bakar Minyak, Spanduk dan Twitter
Semasa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkuasa, PKS sebagai Partai Koalisi sudah dua kali menolak kebijakan pemerintah dalam menaikkan harga bahan bakar minyak. Penolakan yang pertama dilakukan pada tahun 2012. Kemudian pada tahun 2013 kembali menjadi satu-satunya partai koalisi yang menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak. Sikap PKS yang terjadi pada tahun 2013 tersebut merupakan kasus yang akan dibahas dalam tesis ini. PKS melalui kader-kadernya yang duduk di Dewan Pertimbangan Rakyat telah memanfaatkan jejaring sosial twitter sebagai upayanya melakukan penggalangan massa dan merajut kembali ikatan-ikatan partisipan yang goyah akibat badai yang dialami PKS dikarenakan Petinggi PKS Lutfi Hasan Ishaq tengah diendus sebagai koruptor. Adapun cara yang digunakan oleh PKS dengan segenap upayanya melakukan penolakan rencana kebijakan umum pemerintah berkuasa menaikkan harga bahan bakar minyak dengan menyebarkan spanduk-spanduk penolakan yang berisikan tulisan yang membuat pembacanya merasa ketakutan. Rasional yang digunakan PKS dalam kegiatan menolak kebijakan umum tersebut dianggap tidak relevan oleh karena PKS menggunakan rasional politik dalam menyikapi susunan kebijakan yang sesungguhnya bersifat ekonomi.Akibat dari sikap PKS tersebut, menyulut respon dari orang nomor satu Negara ini hingga berpidato untuk mengklarifikasi dan menjelaskan latar belakang pemerintah dalam menaikkan harga bahan bakar minyak. Selain itu, ketegangan pun terjadi antara Partai Demokrat dan PKS yang keduanya saling melontarkan kalimat-kalimat yang tidak pantas untuk dipublikasikan
melalui media massa.
Untuk mengetahui lebih jauh, oleh karenanya peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam penelitian ini dengan judul “Propaganda Partai Keadilan Sejahtera Menolak Rencana Pemerintah Menaikkan Harga Bahan Bakar Minyak”, dengan permasalahan Bagaimana bentuk-bentuk propaganda yang dilakukan oleh PKS dalam menolak Rencana Kebijakan Kenaikan Harga BBM Bulan Juni 2013? Dan Kenapa PKS melakukan bentuk-bentuk propaganda tersebut?
Kata Kunci: Propaganda, Partai Keadilan Sejahtera, Bahan Bakar Minyak, Spanduk dan Twitter
Tri Yulianto - Personal Name
210221006-Tri Yulianto
Tesis PGSC - P
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2015
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...