Pengaruh Kebijakan Imigrasi Perancis terhadap European Union Immigration Pact pada Masa Kepemimpinan Nicolas Sarkozy (2008-2012)
Globalisasi merupakan elemen penting dalam terkoneksinya siklus perpindahan barang, jasa hingga sumber daya manusia yang didukung oleh kemajuan berbagai sektor. Dengan adanya perpindahan tersebut globalisasi menciptakan suatu momentum yang menyebabkan berubahnya komposisi penduduk di suatu wilayah karena suatu sebab tertentu. Perpindahan penduduk yang terjadi akibat globalisasi adalah migrasi, baik pergi meninggalkan suatu wilayah (emigrasi) maupun masuk ke dalam wilayah tertentu (imigrasi).
Peristiwa migrasi terjadi di seluruh belahan dunia tidak terkecuali benua Eropa, utamanya pada saat Perang Dunia II dengan permintaan yang tinggi atas sumber daya manusia untuk melengkapi proses pembangunan ekonomi di masa perang dan indusrialisasi. Siklus imigrasi di Eropa sangat signifikan, dimulai dari imigrasi para pekerja yang dibutuhkan berlanjut menjadi suatu bentuk tantangan kompleks yang harus dihadapi bersama. Dengan asas kebersamaan yang tinggi dan berlandaskan kepentingan ekonomi, sosial dan budaya yang kuat, sebagian negara Eropa mengintegrasikan diri menjadi satu dalam payung regional Uni Eropa. Masalah imigrasi tidak dapat luput dari Uni Eropa, tiap-tiap negara anggotanya hampir semua memiliki masalah terhadap tingginya jumlah imigran, termasuk Perancis dengan jumlah imigran tinggi setiap tahunnya.
Perancis terus berupaya menekan dan memperlambat laju imigrasi dengan mengeluarkan kebijakan restriktif, terutama pada saat dipimpin oleh Nicolas Sarkozy. Sarkozy menganggap bahwa seharusnya masalah imigrasi dapat ditanggulangi bersama dengan membuat suatu kebijakan di tingkat regional Uni Eropa. Dengan upaya dan kepentingannya untuk menyelaraskan kebijakan imigrasi di Uni Eropa, Perancis yang dipimpin oleh Sarkozy berhasil mengeluarkan kesepakatan bersama saat menjabat sebagai Ketua Dewan Eropa (2008) yaitu European Union Immigration Pact.
EU Immigration Pact berguna sebagai pedoman baru dalam pengaturan imigrasi di Uni Eropa yang kemudian berkembang menjadi dua kebijakan yang harus diterapkan, return directive dan blue card. EU Immigration Pact sangat terpengaruh oleh kebijakan imigrasi Perancis mulai dari proses pembentukan hingga dampak yang ditimbulkan di dalam regional Uni Eropa sampai Sarkozy turun dari masa jabatannya sebagai presiden.
Kata Kunci : Globalisasi, Migrasi, Imigrasi, Uni Eropa, Perancis, EU Immigration Pact Return Directive, Blue Card.
Daftar Pustaka : 20 Buku (1983-2014), 63 sumber elektronik
Peristiwa migrasi terjadi di seluruh belahan dunia tidak terkecuali benua Eropa, utamanya pada saat Perang Dunia II dengan permintaan yang tinggi atas sumber daya manusia untuk melengkapi proses pembangunan ekonomi di masa perang dan indusrialisasi. Siklus imigrasi di Eropa sangat signifikan, dimulai dari imigrasi para pekerja yang dibutuhkan berlanjut menjadi suatu bentuk tantangan kompleks yang harus dihadapi bersama. Dengan asas kebersamaan yang tinggi dan berlandaskan kepentingan ekonomi, sosial dan budaya yang kuat, sebagian negara Eropa mengintegrasikan diri menjadi satu dalam payung regional Uni Eropa. Masalah imigrasi tidak dapat luput dari Uni Eropa, tiap-tiap negara anggotanya hampir semua memiliki masalah terhadap tingginya jumlah imigran, termasuk Perancis dengan jumlah imigran tinggi setiap tahunnya.
Perancis terus berupaya menekan dan memperlambat laju imigrasi dengan mengeluarkan kebijakan restriktif, terutama pada saat dipimpin oleh Nicolas Sarkozy. Sarkozy menganggap bahwa seharusnya masalah imigrasi dapat ditanggulangi bersama dengan membuat suatu kebijakan di tingkat regional Uni Eropa. Dengan upaya dan kepentingannya untuk menyelaraskan kebijakan imigrasi di Uni Eropa, Perancis yang dipimpin oleh Sarkozy berhasil mengeluarkan kesepakatan bersama saat menjabat sebagai Ketua Dewan Eropa (2008) yaitu European Union Immigration Pact.
EU Immigration Pact berguna sebagai pedoman baru dalam pengaturan imigrasi di Uni Eropa yang kemudian berkembang menjadi dua kebijakan yang harus diterapkan, return directive dan blue card. EU Immigration Pact sangat terpengaruh oleh kebijakan imigrasi Perancis mulai dari proses pembentukan hingga dampak yang ditimbulkan di dalam regional Uni Eropa sampai Sarkozy turun dari masa jabatannya sebagai presiden.
Kata Kunci : Globalisasi, Migrasi, Imigrasi, Uni Eropa, Perancis, EU Immigration Pact Return Directive, Blue Card.
Daftar Pustaka : 20 Buku (1983-2014), 63 sumber elektronik
Anindita Wiranti - Personal Name
209000102 - Anindita Wiranti
skripsi HI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2015
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...