Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Implikasi Konflik Perbatasan Blok Ambalat dan Pulau Bintan Antara Indonesia-Malaysia terhadap Proses Pematangan Asean Political-Security Community 2015 (2005-2012)

Skripsi ini menjelaskan tentang fenomena regionalisme yang terjadi di kawasan Asia Tenggara terkait dengan proses pematangan ASEAN Community 2015. Permasalahan yang dibahas di dalam skripsi ini berfokus terhadap berbagai permasalahan yang ada di wilayah Asia Tenggara yang muncul bersamaan dengan proses ASEAN Community 2015. Salah satunya adalah konflik perbatasan yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia. Kedua negara berkonflik terkait permasalahan perbatasan kedaulatan di wilayah Blok Ambalat dan Pulau Bintan. Konflik tersebut tergolong menarik dikarenakan muncul mulai tahun 2005, setelah semua negara anggota sepakat pada tahun 2004 dalam pembentukan ASEAN Community. Belum selesainya penyelesaian konflik pertama, muncul kembali konflik lainya diantara kedua negara pada tahun 2010. Adanya konflik tersebut, memberikan kekhawatiran bahwa pilar komunitas keamanan (APSC) yang ada di ASEAN Community 2015 akan terganggu dalam proses pembentukanya. ASEAN Community dipandang sebagai sebuah cita-cita negara
anggota ASEAN, yang memiliki program untuk menyelesaikan konflik demi terciptanya stabilitas kawasan . Adapun stabilitas tersebut memiliki fokus dalam tiga bidang, yaitu bidang keamanan, ekonomi, dan sosial-budaya. Ketiga bidang tersebut terangkum di dalam tiga bentuk, yaitu ASEAN Political-Security Community (APSC), ASEAN Economy Community (AEC), dan ASEAN Sosial-Culture Community (ASCC).

Dalam pembahasan penelitian ini, akan dibantu dengan metodologi kualitatif. Paradigma yang ada di dalam penelitian ini yaitu Neorealisme dengan konsep Regionalisme, dan konsep komunitas keamanan, dalam mencari tahu bagaimana Implikasi Konflik Blok Ambalat dan Pulau Bintan antara Indonesia dengan Malaysia dalam Proses Pematangan ASEAN Political-Security Community 2015. Hasil temuan dari penelitian ini yaitu: pertama Indonesia dan Malaysia menggunakan cara yang sesuai dengan kerangka cetak biru APSC. Kedua, implikasi konflik Indonesia dan Malaysia tidak akan menghentikan proses komunitas keamanan yaitu (APSC). Ketiga, adanya faktor internal dan eksternal yang membuat penyelesaian konflik berjalan lambat.

Kata Kunci : ASEAN Community, ASEAN Political-Security Community (APSC), konflik perbatasan, Indonesia dan Malaysia, komunitas keamanan.
Daftar Pustaka : 15 Buku (1986-2014), 15 Jurnal dan Makalah 78 Dokumen Online, 1 Media Cetak
Ahmad Dery Alfian - Personal Name
211000049 - Ahmad Dery Alfian
SKRIPSI HI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2015
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...