Pembinaan Toleransi Antarumat Beragama dalam Pandangan Ahmad Wahib
Penelitian ini secara spesifik mendeskripsikan tentang pembinaan toleransi antarumat beragama
dalam pandangan Ahmad Wahib. Metode penelitian yang digunakan penelitian kepustakaan (library research) dengan mendeskripsikan pemikiran Ahmad Wahib mengenai pembinaan toleransi beragama. Rujukan utama dari penelitian ini adalah catatan harian Ahmad Wahib yang diterbitkan oleh LP3ES dengan judul “Pergolakan Pemikiran Islam: Catatan Harian Ahmad Wahib”
Penelitian ini menunjukkan bahwa Ahmad Wahib menuliskan dalam catatan hariannya tentang bagaimana membangun toleransi antarumat beragama khususunya di Indonesia dengan mengambil titik tolak pada umat Islam Indonesia. Tulisan Ahmad Wahib mengenai pembangunan toleransi beragama di Indonesia adalah hasil refleksinya terhadap masalah intoleransi di Indonesia pada tahun 1970-an.
Toleransi antarumat beragama menurut Ahmad Wahib terbagi atas dua makna; (1) menghormati sesama manusia dalam keseluruhan adanya (2) memandang kehidupan rohani orang lain sebagai hak pribadinya yang tidak dapat dianggu gugat atau dikendalikan dari luar.
Tulisannya tentang pembinaan toleransi antarumat beragama mengidentifikasikan tentang sumber-sumber intoleransi yang datang dari internal Islam dan dari luar Islam. Sumber-sumber intoleransi yang disebutkan oleh Ahmad Wahib adalah 1. Pemahaman agama Islam secara formalistis dan legalistis. 2. Pemahaman agama Islam yang parsial. 3. Sikap tidak simpatik penyebar Agama Nasrani. 4. Kemiskinan faslitas menghadapi kalangan Evangelist yang kaya. 4. Frustasi Politik. 6. Kekurangan pemimpin umat yang berwatak dan bertanggung jawab. Ahmad Wahib juga menuliskan masukan-masukan kepada setiap elemen masyarakat seperti pemuka agama, pemikir, individu dalam masyarakat dan pemerintah untuk mengembangkan toleransi beragama di Indonesia.
Kata kunci: Toleransi, Agama, Ahmad Wahib, Toleransi Beragama, Pembinaan Toleransi
Beragama
dalam pandangan Ahmad Wahib. Metode penelitian yang digunakan penelitian kepustakaan (library research) dengan mendeskripsikan pemikiran Ahmad Wahib mengenai pembinaan toleransi beragama. Rujukan utama dari penelitian ini adalah catatan harian Ahmad Wahib yang diterbitkan oleh LP3ES dengan judul “Pergolakan Pemikiran Islam: Catatan Harian Ahmad Wahib”
Penelitian ini menunjukkan bahwa Ahmad Wahib menuliskan dalam catatan hariannya tentang bagaimana membangun toleransi antarumat beragama khususunya di Indonesia dengan mengambil titik tolak pada umat Islam Indonesia. Tulisan Ahmad Wahib mengenai pembangunan toleransi beragama di Indonesia adalah hasil refleksinya terhadap masalah intoleransi di Indonesia pada tahun 1970-an.
Toleransi antarumat beragama menurut Ahmad Wahib terbagi atas dua makna; (1) menghormati sesama manusia dalam keseluruhan adanya (2) memandang kehidupan rohani orang lain sebagai hak pribadinya yang tidak dapat dianggu gugat atau dikendalikan dari luar.
Tulisannya tentang pembinaan toleransi antarumat beragama mengidentifikasikan tentang sumber-sumber intoleransi yang datang dari internal Islam dan dari luar Islam. Sumber-sumber intoleransi yang disebutkan oleh Ahmad Wahib adalah 1. Pemahaman agama Islam secara formalistis dan legalistis. 2. Pemahaman agama Islam yang parsial. 3. Sikap tidak simpatik penyebar Agama Nasrani. 4. Kemiskinan faslitas menghadapi kalangan Evangelist yang kaya. 4. Frustasi Politik. 6. Kekurangan pemimpin umat yang berwatak dan bertanggung jawab. Ahmad Wahib juga menuliskan masukan-masukan kepada setiap elemen masyarakat seperti pemuka agama, pemikir, individu dalam masyarakat dan pemerintah untuk mengembangkan toleransi beragama di Indonesia.
Kata kunci: Toleransi, Agama, Ahmad Wahib, Toleransi Beragama, Pembinaan Toleransi
Beragama
Agung Prasetyo - Personal Name
211000012 - Agung Prasetyo
SKRIPSI FA
Skripsi PFA
Indonesia
Universitas Paramadina
2015
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...