Pengaruh Sex Role Identity (SRI) terhadap Pembelian Impulsif Produk Fashion Kategori Affordable Luxury Brand
Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat pengaruh sex role identity terhadappembelian impulsif pada produk fashion kategori affordable luxury brand. Sex role identity adalah kepribadian yang terbentuk berdasarkan jenis kelamin individu yang terbagi menjadi maskulin dan feminin. Pembelian impulsif adalah perilaku membeli yang dilakukan secara spontan dan tanpa adanya perencanaan sebelumnya. Responden dalam penelitian ini adalah pengunjung di salah satu pusat perbelanjaan yang berada di jakarta selatan dengan jumlah responden 126 individu. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Impulsive Buying Tedency (IBT) yang disusun oleh Verplanken and Herabadi (2001) untuk mengukur pembelian impulsif dan alat ukur Personal Attributes Questionnaire (PAQ) untuk mengukur sex role identity yang dikembangkan oleh Spence and Helmreich (1978). Akat ukur IBT dan PAQ selanjutnya diadaptasi oleh peneliti. Skala IBT berjumlah 27 aitem (Cronbach’s Alpha = 0.964), skala PAQ berjumlah 15 aitem, 8 aitem pada skala maskulin (Cronbach’s Alpha = 0.860 pada maskulin) dan 7 aitem pada skala Feminin (Cronbach’s Alpha = 0.797 pada Feminin). Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi jamak. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa sex role identity memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembelian impulsif pada produk fashion kategori affordable luxury brand dengan taraf signifikansi p = 0.000 (
Dessy Putri May Itsuwa - Personal Name
209000284 - Dessy Putri May Itsuwa
Skripsi PSI
Skripsi PPS
Indonesia
Universitas Paramadina
2015
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...