Keterlibatan Halliburton sebagai Private Military Company Amerika Serikat dalam Proses Rekonstruksi Irak Pasca Perang
Private Military Company (PMC) merupakan salah satu aktor non-negara yang memiliki peranan dalam interaksi internasional. PMC menyediakan jasa berupa keamanan, pelatihan militer, analisa strategis, logistik, konstruksi, serta jasa-jasa lainnya. Jasa yang disediakan PMC sering kali digunakan negara khususnya ketika harus terlibat di dalam daerah konflik. Kecenderungan yang ada menunjukkan bahwa penggunaan jasa PMC oleh negara semakin membesar seiring waktu. Dalam kasus tertentu, hal tersebut disebabkan oleh kedekatan PMC dengan pemerintahan negara tersebut.
Dalam proses rekonstruksi Irak pasca perang, Halliburton menjadi salah satu PMC yang memiliki keterlibatan besar. Hal tersebut ditunjukkan melalui banyaknya kontrak-kontrak yang ditangani Halliburton yang merupakan pemberian dari pemerintah. Jika dilihat dari sisi ekonomi, Halliburton juga menjadi salah satu PMC yang berperan besar dalam rekonstruksi Irak, dikarenakan Halliburton merupakan PMC yang mendapat kontrak dengan nilai keuntungan terbesar dibandingkan PMC-PMC lainnya yang juga ikut dalam proses rekonstruksi Irak pasca perang. Banyaknya kontrak-kontrak kerja yang diterima Halliburton, serta nilai kontraknya yang begitu besar, antara lain dipengaruhi oleh kedekatannya dengan pemerintah Amerika Serikat saat itu. Dick Cheney, yang pada saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat, merupakan mantan pimpinan Halliburton sebelum kemudian memutuskan untuk maju mendampingi George Bush sebagai calon Wakil Presiden Amerika Serikat.
Tujuan dari penelitian ini adalah melihat dan menganalisa keterlibatan Halliburton dalam proses rekonstruksi Irak serta bagaimana Halliburton, melalui kedekatannya dengan pemerintah, dapat mempengaruhi kebijakan negara selama kurun waktu 2003-2007. Selain itu, penelitian ini juga akan melihat dan menganalisa dampak dari proses rekonstruksi itu sendiri terhadap Irak dan pencapaian perdamaian yang seutuhnya di Irak. Melalui penelitian ini akan terlihat bahwa kedekatan Halliburton dengan pemerintah menjadi salah satu faktor utama atas keterlibatan Halliburton dalam proses rekonstruksi di Irak. Serta dengan mengacu pada konsep peacebuilding yang dicetuskan Johan Galtung, penelitian ini akan menjelaskan mengapa proses rekonstruksi belum mampu mewujudkan perdamaian yang sesungguhnya di Irak.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang disusun berdasarkan metode deskriptif analitis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Metode pengumpulan data tersebut diperoleh melalui buku, jurnal, dokumen, serta sumber-sumber lainnya yang relevan.
Dalam proses rekonstruksi Irak pasca perang, Halliburton menjadi salah satu PMC yang memiliki keterlibatan besar. Hal tersebut ditunjukkan melalui banyaknya kontrak-kontrak yang ditangani Halliburton yang merupakan pemberian dari pemerintah. Jika dilihat dari sisi ekonomi, Halliburton juga menjadi salah satu PMC yang berperan besar dalam rekonstruksi Irak, dikarenakan Halliburton merupakan PMC yang mendapat kontrak dengan nilai keuntungan terbesar dibandingkan PMC-PMC lainnya yang juga ikut dalam proses rekonstruksi Irak pasca perang. Banyaknya kontrak-kontrak kerja yang diterima Halliburton, serta nilai kontraknya yang begitu besar, antara lain dipengaruhi oleh kedekatannya dengan pemerintah Amerika Serikat saat itu. Dick Cheney, yang pada saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat, merupakan mantan pimpinan Halliburton sebelum kemudian memutuskan untuk maju mendampingi George Bush sebagai calon Wakil Presiden Amerika Serikat.
Tujuan dari penelitian ini adalah melihat dan menganalisa keterlibatan Halliburton dalam proses rekonstruksi Irak serta bagaimana Halliburton, melalui kedekatannya dengan pemerintah, dapat mempengaruhi kebijakan negara selama kurun waktu 2003-2007. Selain itu, penelitian ini juga akan melihat dan menganalisa dampak dari proses rekonstruksi itu sendiri terhadap Irak dan pencapaian perdamaian yang seutuhnya di Irak. Melalui penelitian ini akan terlihat bahwa kedekatan Halliburton dengan pemerintah menjadi salah satu faktor utama atas keterlibatan Halliburton dalam proses rekonstruksi di Irak. Serta dengan mengacu pada konsep peacebuilding yang dicetuskan Johan Galtung, penelitian ini akan menjelaskan mengapa proses rekonstruksi belum mampu mewujudkan perdamaian yang sesungguhnya di Irak.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang disusun berdasarkan metode deskriptif analitis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Metode pengumpulan data tersebut diperoleh melalui buku, jurnal, dokumen, serta sumber-sumber lainnya yang relevan.
Edward Gilang Syaputra - Personal Name
209000287 - Edward Gilang Syaputra
SKRIPSI HI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2014
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...