Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Kepemimpinan Visioner Dalam Perspektif Metafisika Ibn Al Arabi

Penelitian ini membahas tentang Kepemimpinan Visioner dalam Perspektif Metafisika Ibn al Arabi, meneliti dengan seksama bagaimana munculnya seorang pemimpin dan bagaimana pemimpin berperan dalam pembentukan sebuah peradaban adalah pembahasan yang sangat penting sekaligus urgen sepanjang masa. Telah banyak teori dan ulasan dibuat tentang kepemimpinan, uraian tentang bagaimana mereka tiba-tiba muncul, bagaimana mereka memimpin, bagaimana pengaruh mereka terhadap pembentukan dan perubahan suatu peradaban, dan seterusnya. Tetapi ulasan kepemimpinan dari perspektif metafisika, yang berkaitan dengan Realitas (Wujud), sepanjang yang penulis ketahui masih sangat sedikit ditemukan, apalagi dari perspektif tokoh semisal Syekh al Akbar Ibn al Arabi.

Melalui penelitian ini penulis ingin mengangkat ajaran metafisika Ibn al Arabi untuk mengenalkan hubungan yang essensial antara dimensi langit (doktrin tentang Realitas) dengan dimensi bumi (manifestasi Realitas, alam semesta ini). Namun karena luasnya cakupan metafisika Ibn Al Arabi, penulis akan membatasi penelitian ini pada aspek kepemimpinannya saja, pembahasan tentang wilayah dan al-Insan al Kamil.

Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah riset kepustakaan dan kualitatif berdasarkan sumber-sumber yang terkait dengan Kepemimpinan Visioner dan Metafisika Ibn al Arabi.

Hasil dari penelitian ini adalah ada empat hal masalah essensial yang akan diselesaikandari perspektif metafisika Ibn al Arabi, yaitu: pertama, dalam menentukan visi, seorang pemimpin yang mempunyai pandangan metafisika menetapkan visi kepemimpinannya berdasarkan apa yang disaksikannya di maqam wilayah (maqam wahidiyah). Kedua, dalam mengeksekusi visi yang sudah disaksikan pemimpin memanifestasikan visinya berdasarkan intuisi spiritual melalui tanda-tanda dari dihadirkan-Nya, tanda yang menyadarkan si pemimpin ke maqam wahidiyah (nama-nama, ayan tsabitah, teophani Ilahi). Ketiga, dalam memilih orang yang terlibat dan penerus kepemimpinan, pemimpin yang punya pandangan metafisika akan melihatnya di maqam wahidiyah, bukan berdasarkan pemilihan suara terbanyak. Keempat, dalam menumbuhkan diri, si pemimpin melakukan penyucian jiwa (suluk) sehingga bisa melihat kualitas-kualias Ilahi hadir di batinnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa seorang pemimpin adalah 'cermin Tuhan' di bumi, khalifah, wali, al-Insan al-Kamil, adalah 'bayangan Tuhan' di bumi. Semua kualitas kepemimpinan sudah ada dalam diri seorang pemimpin, kualitas dari al-Haqq. Hadis popular yang menggambarkan prinsip metafisika ini adalah, 'Takhallaqi bi akhlaqillah', berakhlaqlah dengan akhlaqnya Allah. Apa yang tampak di alam (makrokosmos) ini adalah refleksi dari nama-nama Tuhan yang ada di batin seorang pemimpin (manusia Ilahi, khalifah, mikrokosmos).

Kata kunci : Metafisika, Martabat-martabat Wujud, Kepemimpinan, Wilayah, al-Insan al-Kamil
Pardamean Harahap - Personal Name
201210270 - Pardamean Harahap
TESIS ICAS
Tesis ICAS
Indonesia
Universitas Paramadina
2014
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...