Peran Australia dalam Penyelesaian Konflik Sipil-Militer di Fiji (2006-2009)
Skripsi ini membahas mengenai peran Australia dalam, menyelesaikan konflik Sipil-Militer di Fiji. Konflik yang terjadi di negara Fiji telah terjadi sejak 2 dekade terakhir, konflik pertama terjadi pada bulan Mei tahun 1987, bulan September tahun 1987, tahun 1999 dan yang terakhir pada tahun 2006. Konflik yang terjadi dinegara Fiji disebabkan oleh adanya tindakan kudeta yang dilakukan oleh Komodore Josaia Voreqe Frank Bainimarama, dan akibat dari kudeta yang dilakukan oleh Komodor Josaia Voreqe Frank Bainimarama memberikan dampak kepada negara sekitar di kawasan Pasifik Selatan.
Pembahasan fokus pada awal mula keterlibatan Australia dalam konflik sipil-militer di Fiji, dan peran Australia dalam penyelesaian konflik sipil-militer di Fiji, upaya yang dilakukan oleh Australia dalam pembangunan demokrasi di Fiji, serta hambatan internal dan hambatan eksternal yang dilalui oleh Australia dalam melakukan pembangunan demokrasi di Fiji.
Ruang lingkup (periode) dibatasi pada tahun 2006-2009, dimana kudeta terakhir di Fiji terjadi pada tahun 2006, dan pada tahun 2006 pemerintah Fiji meminta bantuan kepada Australia untuk mengintervensi langsung ke Fiji, namun Australia menolak. Namun pasca konflik kudeta yang terjadi di Fiji, dan setelah pergantian Perdana Menteri Australia, Australia mulai mengikutsertakan negaranya untuk menyelesaikan konfik di Fiji hingga mencapai kesepakatan, yaitu diadakannya pemilu di Fiji pada tahun 2009.
Analisa terhadap peran Australia dalam konflik sipil-militer di Fiji, dilakukan dengan metode deskriptif analitis. Sumber yang digunakan adalah data sekunder berupa berita, artikel, jurnal, maupun penelitian terdahulu terkait topik yang diangkat. Peran dan hambatan Australia akan dianalisa melalui perspektif realis dan konsep negara dan hambatan negara melalui pandangan yang dianggap bertentangan dengan paham realisme, dimana realisme memandang negara sebagai aktor utama tanpa mementingkan aktor lainnya.
Daftar Pustaka : 12 Buku, 1 Jurnal, 44 Situs Internet
Pembahasan fokus pada awal mula keterlibatan Australia dalam konflik sipil-militer di Fiji, dan peran Australia dalam penyelesaian konflik sipil-militer di Fiji, upaya yang dilakukan oleh Australia dalam pembangunan demokrasi di Fiji, serta hambatan internal dan hambatan eksternal yang dilalui oleh Australia dalam melakukan pembangunan demokrasi di Fiji.
Ruang lingkup (periode) dibatasi pada tahun 2006-2009, dimana kudeta terakhir di Fiji terjadi pada tahun 2006, dan pada tahun 2006 pemerintah Fiji meminta bantuan kepada Australia untuk mengintervensi langsung ke Fiji, namun Australia menolak. Namun pasca konflik kudeta yang terjadi di Fiji, dan setelah pergantian Perdana Menteri Australia, Australia mulai mengikutsertakan negaranya untuk menyelesaikan konfik di Fiji hingga mencapai kesepakatan, yaitu diadakannya pemilu di Fiji pada tahun 2009.
Analisa terhadap peran Australia dalam konflik sipil-militer di Fiji, dilakukan dengan metode deskriptif analitis. Sumber yang digunakan adalah data sekunder berupa berita, artikel, jurnal, maupun penelitian terdahulu terkait topik yang diangkat. Peran dan hambatan Australia akan dianalisa melalui perspektif realis dan konsep negara dan hambatan negara melalui pandangan yang dianggap bertentangan dengan paham realisme, dimana realisme memandang negara sebagai aktor utama tanpa mementingkan aktor lainnya.
Daftar Pustaka : 12 Buku, 1 Jurnal, 44 Situs Internet
Siti Wulandari - Personal Name
210000260 - Siti Wulandari
SKRIPSI HI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2014
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...