Peran Jepang dalam Upaya Perdamaian Konflik Moro di Filipina Selatan (2006-2011)
Skripsi ini membahas mengenai peran Jepang dalam menyelesaikan konflik internal antara pemerintah Filipina dengan kelompok separatis Moro International Liberation Front. Konflik yang terjadi di Filipina Selatan ini merupakan konflik internal terlama di Asia, yang terjadi selama 40 tahun. Akar permasalahan konflik sudah terjadi sejak masa kolonialisasi Spanyol, dan Amerika, hingga setelah Filipina mendapatkan kemerdekaan, konflik ini masih terus berlanjut, sampai tahun 2012. Konflik Moro ini terjadi dikarenakan adanya rasa ketidakadilan dan marjinalisasi yang dirasakan oleh penduduk muslim di Filipina Selatan terhadap pemerintah Filipina, yang berujung dengan gerakan separatis menuntut kemerdekaan Filipina Selatan.
Pembahasan skripsi terfokus pada peran-peran yang dilakukan Jepang dalam upaya perdamaian konflik di Filipina Selatan.
Ruang lingkup (periode) dibatasi pada tahun 2006-2011. Tahun 2006 merupakan titik awal pemerintah Jepang berperan aktif dalam upaya perdamaian di Filipina Selatan, dengan membentuk J-BIRD (Japan-Bangsamoro Initiative Reconstruction Development), dan 2011 merupakan merupakan titik akhir periode penelitian, yang ditandai dengan upaya Jepang membuka jalan damai antara kedua belah pihak, dengan cara mengadakan pertemuanantara presiden Filipina dengan pemimpin Moro International Liberation Front, di Jepang.
Analisa terhadap peran Jepang dalam upaya perdamaian konflik Moro di Filipina Selatan, dilakukan dengan metode deskriptif analitis. Sumber yang digunakan adalah data sekunder berupa berita, artikel, jurnal, maupun penelitian terdahulu terkait topik yang diangkat. Kepentingan Jepang membantu Filipina menyelesaikan konflik akan dianalisa dengan teori kepentingan nasional, sedangkan peran yang dilakukan Jepang dalam menyelesaikan konflik Moro akan dianalisa dengan teori peran.
Daftar Pustaka : 27 Buku, 5 Jurnal, 22 Internet
Pembahasan skripsi terfokus pada peran-peran yang dilakukan Jepang dalam upaya perdamaian konflik di Filipina Selatan.
Ruang lingkup (periode) dibatasi pada tahun 2006-2011. Tahun 2006 merupakan titik awal pemerintah Jepang berperan aktif dalam upaya perdamaian di Filipina Selatan, dengan membentuk J-BIRD (Japan-Bangsamoro Initiative Reconstruction Development), dan 2011 merupakan merupakan titik akhir periode penelitian, yang ditandai dengan upaya Jepang membuka jalan damai antara kedua belah pihak, dengan cara mengadakan pertemuanantara presiden Filipina dengan pemimpin Moro International Liberation Front, di Jepang.
Analisa terhadap peran Jepang dalam upaya perdamaian konflik Moro di Filipina Selatan, dilakukan dengan metode deskriptif analitis. Sumber yang digunakan adalah data sekunder berupa berita, artikel, jurnal, maupun penelitian terdahulu terkait topik yang diangkat. Kepentingan Jepang membantu Filipina menyelesaikan konflik akan dianalisa dengan teori kepentingan nasional, sedangkan peran yang dilakukan Jepang dalam menyelesaikan konflik Moro akan dianalisa dengan teori peran.
Daftar Pustaka : 27 Buku, 5 Jurnal, 22 Internet
Sita Hapsari Gunawan - Personal Name
210000257 - Sita Hapsari Gunawan
SKRIPSI HI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2014
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...