Fenomena Gerakan Anti-Kapitalisme Global pada Era Kontemporer: Studi Kasus Occupy Wall Street (2011-2013)
Skripsi ini mendiskusikan tentang fenomena gerakan anti-kapitalisme pada era kontemporer, dengan studi kasus gerakan Occupy Wall Street (OWS) selama periode 2011- 2013, dimana fokus diskusi terbagi dalam: Pertama, transformasi dan kebaruan gerakan antikapitalisme global, khususnya dalam era kontemporer/pasca-marxisme (1960an-saat ini). Kedua, produksi struktur kuasa kapitalisme kontemporer sebagai faktor konstitutif yang membentuk OWS. Ketiga, proses dan dinamika mobilisasi dalam gerakan OWS. Metodologi fokus pada satu model studi kasus dengan metode penelitian kualitatif. Paradigma yang digunakan adalah marxisme dalam studi hubungan internasional, dimana sistem internasional menjadi unit analisis utama. Studi ini dilakukan dengan menggabungkan konsep mass self-communication, multitude, dan inequality untuk mencari tahu bagaimana struktur kapitalisme telah membentuk model gerakan OWS. Analisis diskursus terhadap dokumen dan narasi pegerakan secara descriptive digunakan untuk mengetahui bagaimana upaya konter-power diproduksi dalam kerangka OWS.
Temuan dari penelitian diantaranya: pertama, Kebaruan fitur-fitur OWS muncul sebagai hasil dari transformasi secara historis dari gerakan anti-kapitalisme, yang secara bersamaan termanifestasi berdasarkan konteks spasio-temporal tertentu. Kebaruan dari OWS diantaranya; tuntutan gerakan bersifat sangat beragam dan sistemik, aktor gerakan terdiri dari komposisi identitas yang beragam dan dipesatukan dalam identitas kolektif yang abstrak, strategi perlawanan dilakukan secara berjejaring dimana jejaring komunikasi sosial media menjadi basis utamanya. Kedua, kebaruan-kebaruan tersebut dimungkinkan terjadi dalam relasi kuasa kapitalisme kontemporer. Kapitalisme finansial telah menghasilkan krisis berdampak sistemik di tahun 2008 sehingga berimplikasi terhadap tuntutan OWS yang beragam dan sistemik. Kehadiran teknologi baru berupa sosial media telah melahirkan pola komunikasi baru, yaitu mass self-communication. Kapitalisme memungkinkan kondisi ini terjadi dengan cara menggunakan pola komunikasi tersebut sebagai target komodifikasi audiens. Namun, mass self-communication jugalah yang memungkinkan gerakan perlawanan di era kontemporer tumbuh dan menyebar secara viral. Komposisi aktor OWS yang beragam dimungkinkan karena modus produksi kontemporer yang melahirkan immaterial labour, dimana ranah eksploitasi tidak hanya terjadi pada buruh pabrik, melainkan pada keseluruhan orang. Hal ini membuat potensi perlawanan ada ada setiap orang (multitude). Keberagaman aktor OWS sangat mencolok dengan ditunjukkan melalui data survey. Aktor (The 99%) diikat oleh ikatan berupa kondisi tereksploitasi bersama, yaitu keberhutangan.
Daftar Pustaka: 31 buku, 10 jurnal, 2 makalah, 3 laporan, 40 situs internet.
Temuan dari penelitian diantaranya: pertama, Kebaruan fitur-fitur OWS muncul sebagai hasil dari transformasi secara historis dari gerakan anti-kapitalisme, yang secara bersamaan termanifestasi berdasarkan konteks spasio-temporal tertentu. Kebaruan dari OWS diantaranya; tuntutan gerakan bersifat sangat beragam dan sistemik, aktor gerakan terdiri dari komposisi identitas yang beragam dan dipesatukan dalam identitas kolektif yang abstrak, strategi perlawanan dilakukan secara berjejaring dimana jejaring komunikasi sosial media menjadi basis utamanya. Kedua, kebaruan-kebaruan tersebut dimungkinkan terjadi dalam relasi kuasa kapitalisme kontemporer. Kapitalisme finansial telah menghasilkan krisis berdampak sistemik di tahun 2008 sehingga berimplikasi terhadap tuntutan OWS yang beragam dan sistemik. Kehadiran teknologi baru berupa sosial media telah melahirkan pola komunikasi baru, yaitu mass self-communication. Kapitalisme memungkinkan kondisi ini terjadi dengan cara menggunakan pola komunikasi tersebut sebagai target komodifikasi audiens. Namun, mass self-communication jugalah yang memungkinkan gerakan perlawanan di era kontemporer tumbuh dan menyebar secara viral. Komposisi aktor OWS yang beragam dimungkinkan karena modus produksi kontemporer yang melahirkan immaterial labour, dimana ranah eksploitasi tidak hanya terjadi pada buruh pabrik, melainkan pada keseluruhan orang. Hal ini membuat potensi perlawanan ada ada setiap orang (multitude). Keberagaman aktor OWS sangat mencolok dengan ditunjukkan melalui data survey. Aktor (The 99%) diikat oleh ikatan berupa kondisi tereksploitasi bersama, yaitu keberhutangan.
Daftar Pustaka: 31 buku, 10 jurnal, 2 makalah, 3 laporan, 40 situs internet.
Niken Anjar Wulan - Personal Name
210000033 - Niken Anjar Wulan
SKRIPSI HI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2014
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...