Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Upaya Kontra Terorisme di Kawasan Asia Tenggara Pasca 9/11 (2001-2013)

Beberapa negara anggota ASEAN sesungguhnya telah lama menghadapi persoalan terorisme dan pemberontakan muslim radikal, meskipun masih dalam cakupan domestik. Abu Sayyaf dan MILF di Filipina, Jemaah Salafi dan kelompok Pattani di Thailand, Organisasi Rohingya di Myanmar, serta Jemaah Islamiah di Indonesia menjadi contoh dari beberapa kelompok ekstrimis berideologi muslim yang kerap melakukan aksi kekerasan sebagai upaya untuk mencapai kepentingannya terhadap kontrol pemerintah pusat di masing-masing negara. Hal ini semakin diperparah ketika Jemaah Islamiah mengembangkan jaringannya ke pelosok kawasan Asia Tenggara dengan bekerja sama dengan kelompok-kelompok ekstrimis lainnya untuk mewujudkan misi pemerintahan islam di Asia Tenggara.

Ditandai dengan kejadian 9/11 di Amerika Serikat dan peristiwa bom bali di tahun 2002, ASEAN semakin menanggapi serius isu terorisme di dalam kawasannya. Skripsi ini bertujuan untuk melihat peran ASEAN sebagai organisasi regional dalam kawasan Asia Tenggara dalam menangani serta memberantas terorisme di kawasan tersebut. Berbagai kebijakan yang dilakukan oleh ASEAN terkait dengan isu terorisme mulai menjadi fokus khusus semenjak tahun 2001, khususnya ASEAN Declaration on joint to counter terrorism yang muncul pada tahun 2001 di Brunei Darussalam. Pasca tahun 2001, berbagai kebijakan yang diambil adalah mulai dari kerjasama militer hingga pembentukan konvensi terhadap pemberantasan terorisme yang dibentuk pada tahun 2007.

Kata Kunci : Terorisme; Jemaah Islamiah; counterterrorism; ASEAN; Al-Qaeda; muslim radikal; Asia Tenggara
Daftar Pustaka :7 Buku, 10 Jurnal, 45 Internet, 3 artikel , 2 dokumen
Rendy Wicaksana - Personal Name
209000193 - Rendy Wicaksana
SKRIPSI HI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2014
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...