Upaya Indonesia dalam Mempromosikan Kebudayaan Jawa di Suriname melalui Agreement Between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Republic of Suriname on Cultural Cooperation 1997-2010
Menjalankan diplomasi kebudayaan berarti dengan segaja (Purposefully) menanamkan, mengembangkan, dan memelihara citra Indonesia di luar negeri sebagai negara dan bangsa yang berkebudayaan tinggi. Menanamkan bilamana citra yang baik belum ada, mengembangkannya dimana telah ada usaha untuk menumbuhkan citra tersebut dan memeliharanya apabila di suatu tempat telah lahir suatu citra yang baik mengenai kebudayaan Indonesia.
Di sebuah negara di Amerika selatan yaitu Suriname terdapat kelompok etnis Jawa yang tinggal dan menetap di sana akibat adanya pengiriman tenaga kerja oleh Belanda pada masa kolonialisasi. Etnis Jawa yang berasal dari Indonesia merupakan kelompok etnis dengan jumlah terbesar ketiga di Suriname. Hingga saat ini 20 persen dari jumlah masyarakat Suriname adalah masyarakat keturunan jawa dan eksistensi serta keberadaan mereka disana telah diakui oleh pemerintah Suriname.
Meskipun saat ini Suriname dan Indonesia adalah Negara yang merdeka dan berdaulat, pertalian sejarah antara kedua Negara tidak dilupakan sebab faktor ini dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Pertalian sejarah antara Indonesia dan Suriname menyebabkan hubungan kedua Negara bertitik berat kepada bidang sosial dan kebudayaan.
Keterbatasan media pelestarian kebudayaan jawa di Suriname serta keterbatasan pengetahuan dan informasi mengenai jejak kebudayaan jawa yang sebenarnya merupakan hambatan bagi para keturunan jawa di sana untuk melestarikan dan memperkenalkan kebudayaan jawa kepada generasi penerus mereka. Hal inilah yang dilihat oleh Indonesia sebagai negara sahabat Suriname sekaligus negara di mana kebudayaan jawa berasal dapat menjadi peluang kerjasama yang baik. Keseriusan Indonesia dalam upayanya membantu masyarakat jawa di suriname untuk melakukan pengembangan dan pelestarian kebudayaan jawa dibuktikan dengan ditandatanganinya MoU kerjasama pengembangan bidang kebudayaan pada tahun 1997 antara pemerintah Indonesia dan Suriname.
Kata kunci : Diplomasi Budaya, Kebudayaan Jawa, Suriname
Di sebuah negara di Amerika selatan yaitu Suriname terdapat kelompok etnis Jawa yang tinggal dan menetap di sana akibat adanya pengiriman tenaga kerja oleh Belanda pada masa kolonialisasi. Etnis Jawa yang berasal dari Indonesia merupakan kelompok etnis dengan jumlah terbesar ketiga di Suriname. Hingga saat ini 20 persen dari jumlah masyarakat Suriname adalah masyarakat keturunan jawa dan eksistensi serta keberadaan mereka disana telah diakui oleh pemerintah Suriname.
Meskipun saat ini Suriname dan Indonesia adalah Negara yang merdeka dan berdaulat, pertalian sejarah antara kedua Negara tidak dilupakan sebab faktor ini dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Pertalian sejarah antara Indonesia dan Suriname menyebabkan hubungan kedua Negara bertitik berat kepada bidang sosial dan kebudayaan.
Keterbatasan media pelestarian kebudayaan jawa di Suriname serta keterbatasan pengetahuan dan informasi mengenai jejak kebudayaan jawa yang sebenarnya merupakan hambatan bagi para keturunan jawa di sana untuk melestarikan dan memperkenalkan kebudayaan jawa kepada generasi penerus mereka. Hal inilah yang dilihat oleh Indonesia sebagai negara sahabat Suriname sekaligus negara di mana kebudayaan jawa berasal dapat menjadi peluang kerjasama yang baik. Keseriusan Indonesia dalam upayanya membantu masyarakat jawa di suriname untuk melakukan pengembangan dan pelestarian kebudayaan jawa dibuktikan dengan ditandatanganinya MoU kerjasama pengembangan bidang kebudayaan pada tahun 1997 antara pemerintah Indonesia dan Suriname.
Kata kunci : Diplomasi Budaya, Kebudayaan Jawa, Suriname
Hangga Dwi Kencana - Personal Name
209000140 - Hangga Dwi Kencana
SKRIPSI HI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2014
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...