Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Upaya Food And Agriculture Organization (FAO) dalam Rekonstruksi Keamanan Pangan di Nanggroe Aceh Darussalam Pasca Tsunami dalam Sektor Perikanan Melalui “Program Rehabilitasi dan Pembangunan Berkelanjutan Perikanan Laut dan Akuakultur (RPA)” (2007-2010)

Saat ini isu kemanan Pangan menjadi pokok perhatian dunia Internasional terhadap terhadap masalah ketidakamanan pangan yang terjadi di Negara-negara yang mengalami (Food Insecurity) ketidakamanan pangan khususnya dalam ketidakamanan pangan pasca bencana.Dalam proses berlangsungnya ketidakamanan pangan dapat diukur dari orang yang mengkonsumsi makanan di bawah tingkat minimum energi yang mereka butuhkan sehingga berpengaruh bagi keseimbangan sumber daya alam dan berdampak buruk bagi segala aspek kehidupan manusia seperti turunnya tingkat mata pencaharian masyarakat. Dalam penulisan ini, berkaitan dengan Negara yang mengalami ketidakamanan pangan pasca bencana yaitu Indonesia Negara utama yang mengalami kerusakan terbesar terkait dengan bencana Tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) di tahun 2004. Segala bentuk kerusakan dan kerugian yang dialami Indonesia yakni, masyarakat, perumahan, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi bahkan perikanan terhitung yang terbesar dampak dari bencana tsunami. Gelombang tersebut menghancurkan daerah pesisir pantai NAD sepanjang 800 km. Dalam bidang perikanan dan kelautan, khususnya di sektor perikanan, terdapat 19 unit (0,37 persen) tempat pelelangan ikan yang rusak, dan dari 72 buah pangkalan pendaratan ikan yang tersebar di 8 kabupaten, 32 buah terkenadampak tsunami, yaitu 5 di kabupaten Aceh Besar, 5 di Kabupaten Pidie, 10 di Kabupaten Aceh Utara dan 8 di Kabupaten Aceh Barat. Sektor perikanan merupakan sektor yang vital karena merupakan sumber protein dan gizi bagi masyarakat NAD, serta memberikan menfaat ekonomi kepada ribuan nelayan, pedagang, pengolah, dan pengecer, serta bagi orang-orang yang terlibat dalam layanan pendukung seperti transportasi ikan.

Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia menyadari perlu ada nya penanganan khusus tanggap darurat pasca bencana Tsunami khususnya di sektor perikanan, yang kerusakaan nya meluas ke perikanan darat maupun perikanan laut. Tidak sampai disitu, banyak lembaga-lembaga lokal, lembaga nasional maupun organisasi Internasional yang turut merespon bantuan dalam rekontruksi keamanan pangan di NAD sektor perikanan yaitu Food And Agriculture Organization (FAO), yang salah satu tujuannya mengurusi ketidakamanan pangan di sektor perikanan dan kelautan. Menanggapi bencana alam tsunami yang menimpa sebagian besar wilayah NAD, FAO telah melaksanakan Emergenci Programme dengan penanganan pasca tsunami di NAD dan Nias. Setelah melaksanakan program-program penanganan darurat dan rehabilitasi selama hampir tiga tahun. Di mana FAO menjalin kerjasama dengan pemerintah Indonesia melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NAD meluncurkan "Program Rehabilitasi dan Pembangunan Berkelanjutan Perikanan Laut dan Akuakultur Akibat dari Tsunami di Provinsi NAD, Indonesia (RPA)" yang dimulai pada tahun 2007 sampai dengan tahun 2010.

Kata Kunci : Keamanan Pangan, Food And Agriculture Organization (FAO), Pemerintah Indonesia (Dinas Perikanan dan Kelautan Aceh), Program Rehabilitasi dan Pembangunan Berkelanjutan Perikanan Laut dan Akuakultur Akibat dari Tsunami di Provinsi NAD, Indonesia (RPA).
Stefany Unu Mukin - Personal Name
208000306 - Stefany Unu Mukin
SKRIPSI HI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2014
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...