Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Pandangan Christiaan Snouck Hurgronje tentang Hubungan Ibadah Haji dan Pan-Islamisme di Hindia Belanda

Menurut pemerintah kolonial Belanda, ibadah haji tidak hanya ritual keagamaan, tetapi juga mempunyai pengaruh atau fungsi lain yang tidak diduga. Aspek tidak terduga tersebut meliputi pengaruh dan interaksi sesama jamaah haji yang datang ke Mekah dari pelbagai penjuru dunia dimana interaksi tersebut bisa berupa pertukaran ilmu pengetahuan atau pengalaman sosial-politik di negara masing-masing. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan ibadah haji dan Pan-Islamisme, mendeskripsikan ibadah haji dan Pan-Islamisme dalam masyarakat Hindia Belanda, dan mengetahui pandangan Christiaan Snouck Hurgronje tentang hubungan ibadah haji dan Pan-Islamisme di Hindia Belanda.

Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan riset kepustakaan (library research) dengan melakukan penelusuran literatur-literatur pemikiran Christiaan Snouck Hurgronje.

Temuan kajian memperlihatkan, menurut Snouck, setelah beribadah haji, haji-haji tidak langsung pulang ke Hindia Belanda, tetapi haji-haji tinggal di Mekah untuk belajar, berdiskusi dan bertukar pikiran dengan haji-haji dari negaranegara lain. Kepulangan jamaah haji dari Mekah merupakan hal yang luar biasa, disebabkan begitu banyaknya rintangan yang harus dilalui dalam perjalanan pulang, salah satunya adalah pemberontakan atau peperangan. Ibadah haji juga berdampak di Hindia Belanda, yaitu metode pembelajaran, cara berpakaian, buku-buku yang digunakan dan terpengaruh gagasan Pan-Islamisme. Dampak-dampak itu membuat sikap para haji selalu menjadi berbahaya dan membuat pemerintah kolonial Belanda menjadi curiga. Bagi Snouck, arti beribadah haji di Mekah tidak hanya ibadah murni, tetapi juga menjadi tempat konspirasi politik internasional dimana Pan-Islamisme menjadi gagasan utama. Munculnya gagasan Pan-Islamisme di Hindia Belanda merupakan propaganda Turki Usmani yang disebarkan ke seluruh dunia, khususnya negara-negara Islam untuk menarik perhatian pemimpin-pemimpin di setiap negara agar bergabung dan mendukungnya. Oleh karena itu, Pan-Islamisme akan menimbulkan bahaya perang suci atau jihad di Hindia Belanda yang dapat menyebabkan gagalnya politik asosiasi.

Sebagai kesimpulan dari penelitian ini adalah Christiaan Snouck Hurgronje merupakan orientalis Belanda yang sangat terkemuka dan berperan sebagai
Muhammad Sholeh - Personal Name
210000195 - Muhammad Sholeh
SKRIPSI FA
Skripsi PFA
Indonesia
Universitas Paramadina
2014
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...