Konsep Susila dan Kesusilaan: Suatu Kajian atas Pemikiran Filsafat Nicolaus Driyarkara tentang Etika
Penelitian ini membahas tentang pandangan Nicolaus Driyarkara tentang filsafat moral/etika. Perenungan kembali mengenai masalah etika menjadi bahasan pokok yang harus terus dikaji demi terwujudnya tatanan masyarakat yang harmonis. Indonesia dengan tingkat pluralitas yang begitu tinggi sangat berpotensi adanya benturan-benturan antar kelompok ras, suku, agama. Etika sebagai cabang filsafat berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya. Etika sangat menekankan pendekatan kritis dalam melihat nilai dan norma tersebut serta permasalahan-permasalahan yang timbul dalam kaitannya dengan nilai dan norma moral tersebut. Salah satu tokoh pemikir Indonesia yang cukup konsisten dalam kajian-kajiannya tentang filsafat termasuk etika ialah Prof. N. Driyarkara yang dipandang relevan untuk dikaji lebih dalam mengenai pemikiranpemikirannya tentang etika. Pembahasan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitik. Metode ini merupakan metode yang lazim digunakan untuk menjelaskan pemikiran tokoh secara koheren dan komprehensif.
Hasil yang diperoleh dari peneltian ini, menunjukkan bahwa etika yang dimaksud oleh Driyarkara adalah bagian dari filsafat yang memandang perbuatan manusia dalam hubungannya dengan baik dan buruk. Dalam pembahasan mengenai etika, Driyarkara mencoba untuk merumuskan pandangan dasar tentang manusia lebih dahulu. Kodrat manusia harus mencapai kesempurnaan. Kesempurnaan itu berdasarkan kodrat rohani-jasmani, yang harus menuju perkembangan sejati. Perkembangan itu mempunyai puncak yang tertinggi “yang terakhir” yang dapat disebut juga sebagai tujuan. Kesempurnaan itu dalam hidup di dunia ini dilaksanakan dengan kesusilaan. Maka selanjutnya bisa dikemukakan alasan keharusan dari kesusilaan. Alasannya adalah berdasarkan: manusia adalah manusia. Jadi, ia harus juga berlaku sebagai manusia. Jika tidak, maka ia mengingkari kemanusiaannya.
Kontekstualisasi dari etika Driyarkara dapat dikemukakan bahwa konsep etika yang dirumuskan, masih sangat relevan dengan kondisi permasalahan-permasalahan moral di Indonesia saat ini. Konsep ini bisa dijadikan sebagai salah satu solusi bagi bangsa Indonesia agar bisa menjadi bangsa yang maju dan kuat dengan nilai-nilai dasar yang menjadi pedomannya.
Kata Kunci: Etika, Susila dan Kesusilaan, Driyarkara
Daftar Pustaka: jumlah pustaka 31, antara tahun 1964 - 2013
Hasil yang diperoleh dari peneltian ini, menunjukkan bahwa etika yang dimaksud oleh Driyarkara adalah bagian dari filsafat yang memandang perbuatan manusia dalam hubungannya dengan baik dan buruk. Dalam pembahasan mengenai etika, Driyarkara mencoba untuk merumuskan pandangan dasar tentang manusia lebih dahulu. Kodrat manusia harus mencapai kesempurnaan. Kesempurnaan itu berdasarkan kodrat rohani-jasmani, yang harus menuju perkembangan sejati. Perkembangan itu mempunyai puncak yang tertinggi “yang terakhir” yang dapat disebut juga sebagai tujuan. Kesempurnaan itu dalam hidup di dunia ini dilaksanakan dengan kesusilaan. Maka selanjutnya bisa dikemukakan alasan keharusan dari kesusilaan. Alasannya adalah berdasarkan: manusia adalah manusia. Jadi, ia harus juga berlaku sebagai manusia. Jika tidak, maka ia mengingkari kemanusiaannya.
Kontekstualisasi dari etika Driyarkara dapat dikemukakan bahwa konsep etika yang dirumuskan, masih sangat relevan dengan kondisi permasalahan-permasalahan moral di Indonesia saat ini. Konsep ini bisa dijadikan sebagai salah satu solusi bagi bangsa Indonesia agar bisa menjadi bangsa yang maju dan kuat dengan nilai-nilai dasar yang menjadi pedomannya.
Kata Kunci: Etika, Susila dan Kesusilaan, Driyarkara
Daftar Pustaka: jumlah pustaka 31, antara tahun 1964 - 2013
Ahmad Hayat Fathuroji - Personal Name
210000002 - Ahmad Hayat Fathuroji
SKRIPSI FA
Skripsi PFA
Indonesia
Universitas Paramadina
2014
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...