Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Partai NasDem, Kelahiran Hingga Konflik Internal - Analisis Framing Pemberitaan Surat Kabar Harian Media Indonesia dan Kompas

Sejak dideklarasikan pada 1 Februari 2010, Ormas Nasional Demokrat sudah dicurigai sebagai embrio partai politik. Kecurigaan itu terbukti ketika akhirnya sebuah partai baru bernama NasDem dideklarasikan di Jakarta pada 26 Juli 2011 dan sama-sama bertujuan melakukan Restorasi Indonesia. Keberadaan partai baru ini mencuri perhatian karena banyaknya pemberitaan serta promosi gencar yang dilakukan melalui media cetak maupun elektronik. Sebagaimana diketahui, inisiator Nasional Demokrat yang belakangan menjadi Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, adalah pemilik dari sejumlah media massa seperti Metro TV, Media Indonesia dan Lampung Post. Pemberitaan terkait Partai NasDem semakin massif saat CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo bergabung ke Partai NasDem karena MNC memiliki jenis media yang lebih beragam dan jaringan yang lebih luas. Namun pada awal 2013, Partai NasDem mengalami perpecahan internal menjelang kongres pertama yang akan mengangkat Surya Paloh sebagai ketua umum menggantikan Patrice Rio Capella. Karena berbeda pemikiran, Hary Tanoesoedibjo dan sejumlah pengurus DPP NasDem serta kader di berbagai daerah akhirnya keluar dari Partai NasDem. Fenomena pemberitaan yang massif terhadap Partai NasDem serta konflik internal yang akhirnya berujung pada keluarnya sejumlah elite Partai NasDem menarik untuk diteliti, khususnya untuk melihat bagaimana media massa yang dimiliki Surya Paloh membingkai berbagai realitas yang terjadi. Apalagi, berbagai teori telah menyebutkan bahwa berita yang disampaikan kepada khalayak merupakan fakta yang sudah dikonstruksi oleh media massa. Penelitian dalam tesis ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis framing model Robert N. Entman. Sementara obyek penelitian ini adalah berita terkait empat peristiwa Partai NasDem yang diterbitkan dalam surat kabar Media Indonesia dan Kompas dalam rentang 25 Juli 2011 hingga 31 Januari 2013. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Media Indonesia berpihak kepada Partai NasDem karena hanya menyajikan realitas baik tentang partai NasDem. Sebaliknya hal-hal buruk yang melibatkan Partai NasDem nyaris tidak mendapatkan porsi pemberitaan. Sementara Kompas membingkai pemberitaan tentang Partai NasDem sebagai partai baru yang sudah menghadapi berbagai permasalahan, salah satunya akibat sikap inkonsistensi dari Surya Paloh sebagai inisiator Nasional Demokrat.

Kata Kunci : Partai NasDem, Nasional Demokrat, Analisis Framing, Konstruksi Realitas, Partai Politik, Independensi Media Massa
Tomy Ristanto - Personal Name
209222002 - Tomy Ristanto
TESIS PGSC - POLITICAL
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2015
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...