Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Konstruksi Pemberitaan Bencana Alam Lokal dalam Program Berita Televisi Bersiar Nasional (Analisis Framing Berita Banjir Jakarta dan Erupsi Sinabung pada Siaran Berita di Metro TV)

Indonesia menjadi negara rawan bencana alam karena letak geografis dan sikap manusianya. Misalnya saja yang terjadi pada 2014, dimana erupsi Gunung Sinabung dan banjir Jakarta terjadi hampir pada kurun waktu yang bersamaan. Dalam kondisi bencana salah satu yang dibutuhkan oleh korban dan masyarakat adalah informasi. Media massa yang memiliki kuasa akhirnya melakukan konstruksi realitas. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya untuk mengetahui konstruksi pemberitaan bencana alam khususnya yang terjadi di daerah (Kabupaten Karo) dan Ibu Kota Jakarta dengan fokus pengamatan program berita Metro Hari Ini. Penelitian dilakukan dengan metode analisis framing perspektif Pan dan Kosicki yang dibagi ke dalam empat struktur, antara lain: sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Setelah melakukan analisis, ditemukan: (1) Struktur sintaksis menonjolkan erupsi Sinabung dalam penggambaran situasi yang terus berkelanjutan namun tidak mendapat perhatian dari pemerintah, serta banjir Jakarta yang mengganggu aktivitas warga dan mendapat perhatian khusus dari pemerintah. (2) Dari struktur skrip diketahui Metro TV hanya merekonstruksi peristiwa erupsi dan aktivitas warga sedangkan banjir Jakarta dikabarkan secara detail setiap titik lokasi banjir dan macetnya. (3) Dari struktur tematik ditemukan kesan pemerintah tidak peduli terhadap korban erupsi Sinabung, sedangkan dalam banjir Jakarta dibangun kesan kacaunya aktivitas warga Kota Jakarta karena hujan deras. (4) Dari struktur retoris, Metro TV menonjolkan Sinabung sebagai subjek yang aktif dan korban sebagai objek penderita yang pasif, sedangkan banjir Jakarta ditonjolkan sebagai persoalan seluruh rakyat Indonesia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kedua bencana alam lokal ini mendapatkan perilaku yang berbeda dalam pemberitaannya di Metro TV. Media ini mengkonstruksi tayangan Banjir Jakarta sebagai bencana alam utama yang terjadi di Indonesia dan Erupsi Sinabung seolah menjadi bencana ‘tambahan’. Maka peneliti menyarankan agar pemerintah mau menjalankan Sistem Siaran Jaringan (SSJ) secara optimal, Komisi Penyiaran Indonsia (KPI), LSM pemerhati media, praktisi (pekerja media) dan akademisi memberikan perhatian lebih terhadap isu sentralisasi khususnya menyangkut jurnalisme bencana dan peningkatan kemampuan dan kemauan masyarakat untuk berpartisipasi dalam bentuk pengaduan ke lembaga terkait serta lebih aware dalam memilih informasi yang ditayangkan di televisi.

Kata Kunci : Berita Sinabung, Berita Jakarta, Konstruksi Realitas, Bencana Alam
Daftar Pustaka : 26 Buku (2002-2013), 4 Jurnal (2003-2014), 15 Situs Internet, 1 UndangUndang Republik Indonesia, 1 P3SPS, 1 Materi pelatihan Jurnalis Metro TV 2014
Nadia Hanum - Personal Name
210000201 - Nadia Hanum
SKRIPSI IK
Skripsi PIK
Indonesia
Universitas Paramadina
2015
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...