Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Peranan Royal Dutch Shell dalam Sektor Hilir Industri Migas Indonesia Melalui Skema Pasar Retail Pasca Kehadiran Undang Undang Migas No. 22 Tahun 2001 (2005-2012)

Di dalam skripsi ini membahas mengenai peranan Royal Dutch Shell terhadap pasar migas Indonesia melalui skema retail paska kehadirn Undang Undang Migas No. 22 Tahun 2001 pada periode (2005-2012). Industri migas di Indonesia sejatinya merupakan sebuah sektor vital bagi keberlangsungan sumber daya energi Indonesia. Namun setelah terealisasinya penandatanganan perjanjian WTO di tahun 1994, Indonesia dihadapkan kepada kenyataan mengenai bagaimana kekuatan global mampu mempengaruhi sebuah kedaulatan sumber daya negara. Hal tersebut tidak terlepas dari Indonesia, Indonesia telah ikut menjadi negara yang meratifikasi perjanjian WTO tersebut, sehingga secara cepat ataupun lambat sektor migas Indonesia harus berjalan sesuai dengan perkembangan global dan dihadapkan pada tantangan yang lebih luas.

Kemudian, posisi Royal Dutch Shell sebagai sebuah perusahaan migas besar dunia, memiliki dampak yang akan berpengaruh terhadap pasar migas Indonesia. Selain karena faktor historis, kehadiran UU. Migas No. 22 Tahun 2001 paska ratifikasi perjanjian WTO oleh Indonesia mendorong pergerakan Royal Dutch Shell semakin bebas di pasar migas Indonesia, terlebih dalam sektor hilir migas yang berkaitan langsung dengan proses konsumsi bahan bakar minyak dan gas yang semakin hari semakin meningkat di Indonesia. Oleh karena itu, pasar migas Indonesia dalam sektor hilir memiliki potensi investasi yang sangat besar.

Kata Kunci : Royal Dutch Shell di Indonesia, Industri Migas Indonesia
Daftar Pustaka : 18 Buku, 16 Situs Internet, 4 Jurnal
Fatih Alfali - Personal Name
210000130 - Fatih Alfali
SKRIPSI HI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2015
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...