Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Kebijakan Uni Eropa Dalam Merespon Krisis Ekonomi Negara-Negara Portugal, Italy, Ireland, Greece, Spain (PIIGS) 2009-2012

Penelitian ini berupaya untuk menggambarkan dan menganalisa mengenai kebijakan Uni Eropa dalam menangani krisis ekonomi yang terjadi di negara-negara PIIGS (Portugal, Irlandia, Italy, Greece, & Spain) pada tahun 2009 ? 2012. Dalam menganalisa kebijakan tersebut penelitian ini juga menemukan hambatan yang dialami oleh Uni Eropa secara organisasi, baik secara internal dan secara eksternal. Hambatan tersebut merupakan sebuah konsekuensi sekaligus faktor kewajaran yang dihadapi oleh sebuah sistem dalam mengatur perilaku anggotanya berdasarkan nilai, norma dan aturan main yang berlaku disepakati oleh negara-negara anggotanya.

Pada tahun 2009 Yunani, Irlandia dan Portugal mengalami sebuah krisis ekonomi yang bertumpu pada hutang luar negerinya. Artinya, negara-negara tersebut terjebak oleh jatuh tempo pembayaran hutang luar negeri sehingga berdampak pada instabilitas perekonomian. Yang kemudian disusul oleh Italy dan Spanyol, mengalami gejolak permasalahan ekonomi yang serupa, yaitu krisis hutang luar negeri. Krisis tersebut memang terdorong oleh faktor eksternal yang cukup signifikan, yaitu pada tahun 2008 terjadi krisis ekonomi dan finansial global yang disebabkan oleh runtuhnya perusahaan kreditur raksasa di Amerika Serikat bernama Lehman Brothers. Akan tetapi, krisis yang disebabkan oleh Lehman Brothers lebih berdampak pada sektor perbandkan. Sementara itu krisis yang terjadi di Uni Eropa lebih dikarenakan hutang luar negeri dari negara-negara PIIGS yang sudah melebihi batas aturan main Uni Eropa. Negara-negara PIIGS tersebut memiliki hutang luar negeri yang berada diatas 60% dari GDP nya sehingga berdampak pada penyusutan performa ekonomi ditingkatan internalnya masing-masing serta pada tingkatan eksternal hal itu berdampak pada kesenjangan ekonomi Uni Eropa dibawah sistem satu mata uang.

Atas dasar fenomena tersebut, penelitian ini berupaya untuk menjelaskan bagaimana Uni Eropa sebagai sebuah organisasi kawasan berupaya untuk menanggulangi krisis tersebut sehingga tidak berdampak secara lebih meluas. Dengan menggunakan teori neoliberal dan juga organisasi internasional, penelitian ini berargumen bahwa krisis yang terjadi negaranegara PIIGS tersebut berasal dari perbedaan faktor performa ekonomi dibawah satu sistem mata uang sehingga terjadi kesenjangan ditingkat eksternalnya. Penelitian ini juga mengkonfirmasi bahwa interdependensi bukanlah faktor penyebab krisis tersebut melainkan faktorekonomi secara alamiah yang menentukan kekuatan daya saing negara-negara PIIGS didalam keanggotaan Uni Eropa maupun ditingkatan global. Interdependensi justru memerkuat instrumen kelembagaan Uni Eropa untuk turut membantu secara moril dan materil terhadap negara-negara PIIGS.

Kata Kunci: Kebijakan, Uni Eropa, Organisasi Regional, Krisis Ekonomi, PIIGS.
Jumlah Daftar Pustaka: 61 (28 buku + 6 Jurnal + 23 situs + 4 dokumen lain).
M. Arga Ramadhan - Personal Name
207000133 - M. Arga Ramadhan
SKRIPSI HI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2015
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...