Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Peran Indonesia sebagai Ketua Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dalam Penanganan Konflik Thailand-Kamboja (Kuil Preah Vihear) 2011

Salah satu konflik perbatasan terpanjang di antara Bangsa (ASEAN) anggota South Asia Timur, di perbatasan Thailand-Kamboja yang melibatkan sebuah kuil kuno Preah Vihear yang disebut, candi ini telah menjadi sumber dari dua wilayah sengketa sejak awal kemerdekaan Kamboja . Di tahun 1958 tepatnya klaim Thailand kuil, dan sejak itu tahun 2008 ketika UNESCO mengklaim candi sebagai warisan dunia kedua negara menyatakan perang dengan menempatkan tentara mereka di sekitar candi.

ASEAN memasang dengan tes dengan konflik ini karena pada tahun 2015 mereka menuju komunitas ASEAN dan mereka tidak bisa memiliki jika anggota mereka berperang melawan satu sama lain. Pada tahun 2011 Indonesia adalah ketua ASEAN dan mengambil inisiatif untuk bernegosiasi dan memfasilitasi Thailand-Kamboja konflik, meskipun dengan internal pemerintah kacau Thailand pada waktu itu dapat mempengaruhi upaya ASEAN untuk menempatkan mereka untuk perdamaian. Hasil kerjasama bilateral Thailand-Kamboja dan Indonesia sebagai ketua ASEAN adalah kesepakatan untuk mengirim Tim Observer Indonesia di perbatasan di perbatasan / kuil untuk mengamati lokasi.

Penelitian ini menggunakan pendekatan Liberalisme dan selanjutnya menggunakan teori Resolusi Konflik, Organisasi Internasional. Yang memfokuskan pada peran Indonesia sebagai ketua ASEAN dan bagaimana usaha-usaha yang dilakukan agar mereduksi konflik perbatasan Thailand-Kamboja.

Kata kunci : ASEAN, konflik perbatasan, Liberalisme, Thailand, Kamboja, Indonesia, Preah Vihear Temple.
Bibliografi : 11 buku, 6jurnal , 24 website
207000309 - Kallula Harsynta Esterlita
SKRIPSI HI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2013
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...