Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Peran World Food Programme (WFP) dalam Memberikan Bantuan Ketahanan Pangan di Aceh pasca Tsunami (2005-2009)

Bencana alam Tsunami menjadi peristiwa memprihatinkan di penghujung tahun 2004. Tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004 menjangkau negara- negara yang berada di atas lempeng Samudra Hindia. Bencana alam tersebut telah menelan korban sebanyak kurang lebih 230.000 jiwa dari 8 negara yang merasakan dampaknya. Diantara negara-negara yang terkena dampak dari Tsunami seperti Malaysia, Thailand, Sri Lanka, dan India, Indonesia memiliki catatan jumlah korban bencana terbesar yaitu sekitar 115.000 jiwa dan pengungsi sebanyak 651.132 jiwa. Jumlah tersebut berasal dari wilayah Indonesia yaitu Aceh.

Dengan tingkat kerusakan yang tinggi dan jumlah pengungsi yang sangat banyak, pemerintah Indonesia yang pada saat itu baru saja memulai masa pemerintahannya di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya membuka pintu masuk bagi bantuan kemanusiaan dari negara-negara lain maupun dari organisasi-organisasi internasional termasuk World Food Program (WFP). WFP sebagai organisasi dibawah PBB yang berfungsi sebagai pemberi bantuan pangan terhadap negara miskin maupun negara yang sedang mengalami kesulitan karena bencana alam maupun konflik, memberikan bantuan untuk Aceh. Bantuan yang diberikan oleh WFP bertujuan untuk menciptakan kondisi ketahanan pangan yang baik bagi negara penerimanya. Tidak hanya bantuan pangan yang diberikan kepada negara-negara yang membutuhkan, WFP juga memberikan bantuan kesehatan serta perbaikan infrastruktur untuk mendukung proses rekonstruksi daerah yang mengalami kerusakan akibat bencana. Dengan adanya bantuan dari WFP di bidang ketahanan pangan, perlahan kondisi Aceh pun mulai menunjukkan perbaikan. Keterlibatan WFP dalam memberi bantuan pangan secara langsung serta merekonstruksi aspek-aspek pendukungnya di Aceh pasca tsunami jelas telah membantu meringankan beban Pemerintah Indonesia.

Namun dalam upaya menciptakan ketahanan pangan di Aceh, WFP tetap mengalami hambatan dimana pada akhirnya hambatan tersebut tetap dapat teratasi dengan baik. Untuk menganalisa permasalahan dalam skripsi ini, digunakan perspektif liberalisme, teori peran, teori organisasi internasional, dan konsep bantuan luar negeri. Skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif yang meliputi pengumpulan, penyusunan, hingga mendeskripsikan data yang ada agar selanjutnya dapat dianalisa. Sedangkan metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah deskriptif analisis dimana terdapat upaya mendeskripsikan, mencatat, menganalisis, dan menginterpretasi kondisi yang ada. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui studi kepustakaan (library search) untuk mendapatkan informasi yang diperlukan dengan membaca, memahami, membandingkan, serta menganalisa informasi yang berasal dari buku-buku, surat kabar, majalah, jurnal-jurnal ilmiah, artikel, maupun sumber lain yang berkaitan dengan permasalahan skripsi ini.



Kata Kunci : WFP, Ketahanan Pangan, Tsunami, Aceh
Daftar Pustaka: 11 buku, 3 Jurnal, 9 dokumen, 39 situs internet.
Fazia Febriany - Personal Name
207000237 - Fazia Febriany
SKRIPSI HI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2012
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...