Gambaran Atribusi Sosial Siswa Reguler tentang Komunikasi Interpersonal Siswa Tunanetra di SMP Negeri X Inklusi
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara mendalam mengenai atribusi sosial siswa reguler tentang komunikasi interpersonal siswa tunanetra di SMP Negeri X Inklusi. Atribusi sosial adalah kegiatan manusia untuk memperkirakan apa yang menyebabkan orang lain itu berperilaku tertentu (Sarwono, 2002). Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal ataupun non-verbal (Mulyana dalam Rohim, 2009). Ketika berkomunikasi secara interpersonal, siswa tunanetra menunjukan perilaku tertentu sehingga melibatkan pemberian atribusi oleh siswa reguler. Penelitian ini memiliki dua pertanyaan penelitian yaitu bagaimana gambaran atribusi sosial siswa reguler tentang komunikasi interpersonal siswa tunanetra di SMP Negeri X inklusi, Jakarta Selatan? dan faktor apa saja yang mempengaruhi atribusi sosial siswa reguler tentang komunikasi interpersonal siswa tunanetra di SMP Negeri X inklusi, Jakarta Selatan?
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan tipe studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dengan menggunakan pedoman wawancara. Subyek yang diwawancarai adalah tiga orang siswa reguler dan dua orang informan. Ketiga subyek berteman dengan siswa tunanetra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi atribusi sosial siswa reguler, diantaranya adalah pola komunikasi interpersonal yang ditunjukan siswa tunanetra, sikap yang terwujud dalam perilaku siswa tunanetra, faktor konsensus, konsistensi dan distingsi. Ketiga subyek cenderung memberikan atribusi internal sehingga menjadi suatu bias yang disebut dengan kesalahan atribusi yang mendasar (fundamental attribution error).
Kata kunci : Atribusi Sosial, Siswa Reguler, Komunikasi Interpersonal, Siswa Tunanetra
Daftar pustaka: 26, 1994-2010
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan tipe studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dengan menggunakan pedoman wawancara. Subyek yang diwawancarai adalah tiga orang siswa reguler dan dua orang informan. Ketiga subyek berteman dengan siswa tunanetra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi atribusi sosial siswa reguler, diantaranya adalah pola komunikasi interpersonal yang ditunjukan siswa tunanetra, sikap yang terwujud dalam perilaku siswa tunanetra, faktor konsensus, konsistensi dan distingsi. Ketiga subyek cenderung memberikan atribusi internal sehingga menjadi suatu bias yang disebut dengan kesalahan atribusi yang mendasar (fundamental attribution error).
Kata kunci : Atribusi Sosial, Siswa Reguler, Komunikasi Interpersonal, Siswa Tunanetra
Daftar pustaka: 26, 1994-2010
Vania Jessica - Personal Name
207000207 - Vania Jessica
SKRIPSI PSI
Skripsi PPS
Indonesia
Universitas Paramadina
2011
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...