Strategi China dalam Mempertahankan Surplus Perdagangan dengan Amerika Serikat saat Kritis Finansial Amerika Serikat (2008-2009)
Krisis finansial Global 2008-2009 yang bermula dari Amerika Serikat tak dapat dipungkiri berdampak besar bagi China. Hal ini kemudian berdampak pada penurunan surplus perdagangan, dan terus berimplikasi pada kemerosotan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan jumlah pengagguran China yang bisa membahayakan stabilitas ekonomi dan politik China. Penanggulangan dampak krisis yang ditularkan secara bilateral oleh Amerika Serikat dilakukan melalui penerapan strategi langsung dan tak langsung. Strategi langsung adalah kebijakan yang direkomendasikan dalam srategi pembangunan Outward Orientation tipe export push, yaitu kebijakan kontrol nilai tukar renmimbi terhadap dolar, industrial policy pada 10 pilar industri China, dan substitusi impor.
Dari tiga kebijakan tersebut, industrial policy dan substitusi impor cenderung berpengaruh positif terhadap surplus perdagangan, sementara kontrol nilai tukar cenderung tidak berpengaruh. Penerapan strategi langsung diatas ditopang oleh strategi tidak langsung berupa kepemilikan sekuritas Amerika Serikat oleh China dalam jumlah yang besar. Hal ini dilakukan untuk menaikan bargaining position China terhadap Amerika Serikat, baik dalam bidang ekonomi maupun non-ekonomi. Walaupun China mengalami peningkatan economic power, tetapi hal yang harus diperhatikan adalah masih bergantungnya perdagangan China terhadap pasar Amerika Serikat. Dengan demikian, jika ekonomi Amerika Serikat menurun, maka ekonomi China pun cenderung akan menurun pula.
Dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan paradigma Neoliberal. Neoliberal adalah salah satu paradigma dalam hubungan internasional yang merupakan kelanjutan dari paradigma liberal. Neoliberal beranggapan bahwa kerjasama akan lebih mudah diterima di dalam area yang terdapat kepentingan bersama. Neoliberal memang lebih fokus pada isu-isu non-militer, seperti isu ekonomi, ekonomi politik. Sumber-sumber yangdipergunakan sebagai data penelitian didapat dari buku, internet, dan dokumen resmi pemerintah maupun organisasi internasional. Data-data yang telah diperoleh kemudian dianalisa menggunakan kerangka pemikiran yang ada sehingga dapat menunjukan dan menjawab RQ yang dibuat oleh penulis.
Dari tiga kebijakan tersebut, industrial policy dan substitusi impor cenderung berpengaruh positif terhadap surplus perdagangan, sementara kontrol nilai tukar cenderung tidak berpengaruh. Penerapan strategi langsung diatas ditopang oleh strategi tidak langsung berupa kepemilikan sekuritas Amerika Serikat oleh China dalam jumlah yang besar. Hal ini dilakukan untuk menaikan bargaining position China terhadap Amerika Serikat, baik dalam bidang ekonomi maupun non-ekonomi. Walaupun China mengalami peningkatan economic power, tetapi hal yang harus diperhatikan adalah masih bergantungnya perdagangan China terhadap pasar Amerika Serikat. Dengan demikian, jika ekonomi Amerika Serikat menurun, maka ekonomi China pun cenderung akan menurun pula.
Dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan paradigma Neoliberal. Neoliberal adalah salah satu paradigma dalam hubungan internasional yang merupakan kelanjutan dari paradigma liberal. Neoliberal beranggapan bahwa kerjasama akan lebih mudah diterima di dalam area yang terdapat kepentingan bersama. Neoliberal memang lebih fokus pada isu-isu non-militer, seperti isu ekonomi, ekonomi politik. Sumber-sumber yangdipergunakan sebagai data penelitian didapat dari buku, internet, dan dokumen resmi pemerintah maupun organisasi internasional. Data-data yang telah diperoleh kemudian dianalisa menggunakan kerangka pemikiran yang ada sehingga dapat menunjukan dan menjawab RQ yang dibuat oleh penulis.
Luthfi Juliandri - Personal Name
207000117 - Luthfi Juliandri
SKRIPSI HI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2012
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...