Peran UNICEF (United Nations Children's Fund) dalam Menangani Masalah Perdagangan Anak (Child Trafficking) di Indonesia 2002-2007
Skripsi ini membahas mengenai peran United Nations Children’s Fund (UNICEF) dalam menangani masalah perdagangan anak (child trafficking) di Indonesia (2002-2007). U0NICEF adalah organisasi internasional yang fokus terhadap permasalahan perlindungan anak di dunia. Salah satu negara yang mendapat perhatian UNICEF di kawasan Asia Tenggara adalah Indonesia. Peran UNICEF di Indonesia adalah untuk membantu pemerintah Indonesia dalam menangani masalah perdagangan anak yang terus meningkat jumlahnya hampir di setiap tahun. Indonesia merupakan negara di kawasan Asia Tenggara yang memiliki jumlah terbesar dalam praktik perdagangan anak internasional. Keterlibatan UNICEF dalam membantu pemerintah Indonesia terwujud melalui kerjasama yang dijalankan dalam program National Plan of Action for the Elimination of Child Trafficking (NPAs) dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2007. Pengimplementasian National Plan of Action for the Elimination of Child Trafficking (NPAs) terwujud dengan adanya pelaksanaan program-program yang berkaitan dalam upaya menangani masalah perdagangan anak di Indonesia (2002-2007).
Namun dalam menjalankan peran dan fungsinya sebagai organisasi internasional, UNICEF kurang mendapatkan hasil yang optimal. Dalam upaya untuk penurunan angka perdagangan anak di Indonesia dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2007, UNICEF bersama dengan pemerintah Indonesia tidak memperoleh hasil sesuai target pencapaian. UNICEF memiliki beberapa hambatan dalam menjalankan perannya. Adanya faktor eksternal yang berasal dari ruang lingkup pemerintah daerah, aparat keamanan, letak geografis, lembaga hukum, dan masyarakat menyebabkan upaya yang dilakukan oleh UNICEF dan pemerintah pusat dalam menangani masalah perdagangan anak di Indonesia menjadi tidak maksimal.
Kata Kunci : Perdagangan Anak Indonesia, Peran UNICEF, NPAs
Daftar Pustaka : 24 Buku, 20 situs internet, 5 jurnal, 20 laporan/dokumen, 4 koran
Namun dalam menjalankan peran dan fungsinya sebagai organisasi internasional, UNICEF kurang mendapatkan hasil yang optimal. Dalam upaya untuk penurunan angka perdagangan anak di Indonesia dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2007, UNICEF bersama dengan pemerintah Indonesia tidak memperoleh hasil sesuai target pencapaian. UNICEF memiliki beberapa hambatan dalam menjalankan perannya. Adanya faktor eksternal yang berasal dari ruang lingkup pemerintah daerah, aparat keamanan, letak geografis, lembaga hukum, dan masyarakat menyebabkan upaya yang dilakukan oleh UNICEF dan pemerintah pusat dalam menangani masalah perdagangan anak di Indonesia menjadi tidak maksimal.
Kata Kunci : Perdagangan Anak Indonesia, Peran UNICEF, NPAs
Daftar Pustaka : 24 Buku, 20 situs internet, 5 jurnal, 20 laporan/dokumen, 4 koran
Arisa Muharliza - Personal Name
207000028 - Arisa Muharliza
SKRIPSI HI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2012
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...