Gambaran Stressor dan Coping pada Orang Tua yang Memiliki Anak Penderita Skizofrenia Paranoid pasca Rehabilitasi
Penderita Skizofrenia paranoid di Indonesia cukup banyak dan meningkat setiap tahunnya. skizofrenia tidak hanya menimbulkan penderitaan bagi individu yang terkena, tetapi juga bagi orang-orang di sekitarnya, khususnya orang tua. Menghadapi anak yang menderita skizofrenia paranoid dan segala dampak yang harus dihadapi dapat menimbulkan stressor yang harus dihadapi orang tua.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran stressor dan coping pada orang tua yang memiliki anak penderita skizofrenia paranoid pasca rehabilitasi. Adapun pertanyaan penelitian yang diajukan dalam penelitian ini adalah “stressor yang muncul pada orang tua yang memiliki anak penderita skizophrenia paranoid pasca rehabilitasi” dan “strategi coping yang dilakukan”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe studi kasus.
Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara yang menggunakan pedoman wawancara. Subjek dalam penelitian ini berjumlah dua orang yang merupakan suami dan istri, sedangkan informan dalam penelitian ini berjumlah tiga orang. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa memiliki anak penderita skizofrenia paranoid pasca rehabilitasi menimbulkan stressor berupa perilaku penderita yang belum sepenuhnya berfungsi secara normal, sampai kapan pengobatan akan dilakukan, ketakutan akan kekambuhan anaknya, stressor tambahan seperti; faktor ekonomi, serta tekanan dari lingkungan dan keluarga. Sedangkan kedua subjek menggunakan coping baik problem-focused coping maupun emotion-focused coping.
Kata Kunci : Stressor, Coping, Skizofrenia
Daftar Pustaka : 56, 2000-2011
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran stressor dan coping pada orang tua yang memiliki anak penderita skizofrenia paranoid pasca rehabilitasi. Adapun pertanyaan penelitian yang diajukan dalam penelitian ini adalah “stressor yang muncul pada orang tua yang memiliki anak penderita skizophrenia paranoid pasca rehabilitasi” dan “strategi coping yang dilakukan”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe studi kasus.
Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara yang menggunakan pedoman wawancara. Subjek dalam penelitian ini berjumlah dua orang yang merupakan suami dan istri, sedangkan informan dalam penelitian ini berjumlah tiga orang. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa memiliki anak penderita skizofrenia paranoid pasca rehabilitasi menimbulkan stressor berupa perilaku penderita yang belum sepenuhnya berfungsi secara normal, sampai kapan pengobatan akan dilakukan, ketakutan akan kekambuhan anaknya, stressor tambahan seperti; faktor ekonomi, serta tekanan dari lingkungan dan keluarga. Sedangkan kedua subjek menggunakan coping baik problem-focused coping maupun emotion-focused coping.
Kata Kunci : Stressor, Coping, Skizofrenia
Daftar Pustaka : 56, 2000-2011
Aishah Gray - Personal Name
207000011 - Aishah Gray
SKRIPSI PSI
Skripsi PPS
Indonesia
Universitas Paramadina
2012
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...