Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Gambaran Kepuasan Pernikahan pada Wanita yang Mengalami Post-Traumatic Stres Disorder karena Menyaksikan Orangtua yang Mengalami Kekerasan dalam Rumah Tangga

Pengalaman dapat memberikan efek positif dan efek negatif. Pengalaman yang tidak disukai dapat menimbulkan efek yang negatif bagi yang mengalaminya. Satu diantara pengalaman negatif yang dapat terjadi dalam kehidupan manusia adalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Dari berbagai penelitian, ditemukan bahwa banyak anak-anak yang menyaksikan KDRT (Sudermann dan Jaffe dalam Pratiwi 2006). Anak yang menyaksikan KDRT cenderung membangun rasa tertekan yang parah serta kesulitan melakukan adaptasi emosional dan perilaku. Selain efek langsung karena menyaksikan KDRT, anak juga mengalami dampak karena hidup dalam iklim ketakutan dan ketidakpastian (Sudermann dan Jaffe dalam Pratiwi 2006). bila hal ini berlangsung lama atau berlarut-larut dapat dikategorikan sebagai Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). Pada individu yang sudah menikah, kejadian traumatis yang dialami individu semasa kecil dapat menjadi satu diantara faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pernikahan pada individu tersebut (Nader dalam Wilson, 2006). Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk memahami kepuasan pernikahan pada wanita yang mengalami PTSD karena menyaksikan orangtua yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Metode pendekatan masalah dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan model penelitian studi kasus intrinsik yang dilakukan pada satu orang subyek dan tiga orang informan. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa subyek wanita yang mengalami PTSD karena menyaksikan orangtuanya yang mengalami KDRT memiliki gambaran kepuasan pernikahan yaitu merasa tidak bahagia, tidak puas dan jenuh dengan pernikahannya, tidak memiliki kegiatan bersama yang berkualitas, komunikasi yang tidak lancar karena selalu terjadi pertengkaran dan melakukan hubungan seksual hanya untuk memenuhi kenutuhan dan kewajiban. Rendahnya tingkat kepuasan pernikahan yang dimilikinya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kebahagiaan pernikahan orangtua kebahagiaan pada masa kanak-kanak, alasan menikah, usia menikah, kesamaan minat, hubungan interpersonal dan komunikasi yang tidak baik dan ketidak sesuaian harapan pada pasangan.



Kata kunci : Kepuasan pernikahan, post-traumatic stress disorder, kekerasan dalam rumah tangga
Daftar pustaka : 38 (tahun 1979 s.d tahun 2009)
Viranda Anindita - Personal Name
206000141 - Viranda A.
SKRIPSI PSI
Skripsi PPS
Indonesia
Universitas Paramadina
2010
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...