Perbedaan Kebijakaan Indonesia dan Brasil Terkait Pasar Karbon dalam Mekanisme REDD di COP 13 UNFCCC
Penelitian ini menganalisis perbedaan kebijakan Indonesia dengan Brasil terkait pasar karbon dalam REDD di COP 13. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana posisi Indonesia dan Brasil terkait kebijakan itu dan faktor-faktor apa saja menentukan dalam pembentukan kebijakan itu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis analitik potong lintang (cross sectional), yaitu studi kasus dengan kurun waktu tertentu. Analisis terhadap kasus menggunakan data-data yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Data-data primer dikumpulkan dari UNFCCC, pemerintah Indonesia dan pemerintah Brasil, serta dilengkapi data sekunder berbentuk buku, jurnal pemberitaan media massa dan wawancara dengan Menteri Kehutanan periode 2004-2009, MS Kaban. Dari analisis model penjelasan dasar kepentingan, Indonesia memiliki kerentanan lingkungan tinggi dan abatement cost rendah sehingga dikategorikan sebagai negara pendukung kebijakan REDD. Sementara, Brasil memiliki kerentanan lingkungan rendah dan abatement cost rendah sehingga dikategorikan sebagai negara pengamat untuk kebijakan REDD. Dalam analisis untung rugi, Indonesia dan Brasil sama-sama memiliki potensi pendapatan lebih besar dari pasar karbon ketimbang dari produksi hutan. Kebijakan REDD Indonesia sesuai dengan dua analisis ini yakni mendukung pasar karbon. Namun Brasil tidak mendukung pasar karbon. Di Indonesia ditemukan bahwa aktor negara, yakni birokrasi dan aktor non negara yakni Bank Dunia, Australia dan NGO sama-sama berperan dalam perumusan kebijakan REDD Indonesia. Pemerintah Indonesia mendukung pasar karbon untuk mendapatkan insentif dari kegiatan menjaga hutan dan juga demi mengakomodasi kepentingan asing. Sementara pada perumusan kebijakan REDD Brasil, peran aktor non negara kurang terlihat. Aktor negara, khususnya Kementerian Luar Negeri tampak paling berperan dalam sikap menolak pasar karbon. Kementerian Luar Negeri Brasil mengkhawatirkan ancaman kedaulatan atas Amazonia. Namun Indonesia merasa pasar karbon tidak mengancam kedaulatan negara.
Kata Kunci: Deforestasi, Indonesia, Brasil, REDD, pasar karbon UNFCCC, COP 13, kedaulatan.
Daftar Pustaka: (104 pustaka, dari tahun 1958 – 2012)
Kata Kunci: Deforestasi, Indonesia, Brasil, REDD, pasar karbon UNFCCC, COP 13, kedaulatan.
Daftar Pustaka: (104 pustaka, dari tahun 1958 – 2012)
Bintang Krisanti - Personal Name
210131004 - Bintang Krisanti
TESIS PGSD
Tesis PMH
Indonesia
Universitas Paramadina
2013
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...